Konsisten Terapkan Lima Pilar Kemaslahatan Umat

Kopsyah BMI memberikan beasiswa pendidikan untuk anak anggota peserta program Paket C. Sampai saat ini, sudah 2.075 peserta yang telah menyelesaikan studinya.

 

SALAH SATU misi pendirian Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) adalah memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas hidup anggota dan masyarakat dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan spiritual. Kelima sektor itu biasa disebut dengan lima pilar Kopsyah BMI.

Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Kopsyah BMI mengatakan misi adalah pijakan awal untuk menjalankan roda usaha. Selanjutnya, misi tersebut diterjemahkan dalam beragam program kerja untuk mencapai visi Koperasi yaitu Menjadi Koperasi Syariah yang mandiri, berkarakter dan bermartabat untuk kemaslahatan anggota dan masyarakat. “Kami berkomitmen untuk menjalankan lima pilar pemberdayaan umat,” ucap Kamaruddin yang baru saja menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya pada acara puncak Harkopnas ke-71 dari Presiden RI.

Komitmen untuk menjalankan lima pilar bukan sekadar hiasan bibir belaka namun direalisasikan dalam tindakan konkret yaitu di sektor pendidikan. Belum lama ini Kopsyah BMI mewisuda 284 siswa peserta didik program paket C Tahun Pendidikan 2017/2018. Peserta didik paket C ini adalah anak-anak dari anggota Kopsyah BMI dan merupakan angkatan ke-4 sejak program sosial itu dimulai pada 2014. Sampai saat ini Kopsyah BMI telah melepas sebanyak 2.075 alumni Paket C.

Sekadar informasi, pada tiga angkatan sebelumnya Kopsyah BMI membebaskan 100% biaya pendidikan bagi peserta didik. Sedangkan pada angkatan ke-4 ini Koperasi memberi subsidi dana sebesar 75%. Sedangkan bagi siswa yang mengikuti program Paket C ini secara swadaya dikenakan biaya sebesar Rp2 juta sampai selesai.

Acara wisuda tersebut dihadiri oleh Kabid Dinas Koperasi Kabupaten Tangerang, Ratnawati, Kabid Dinas Koperasi Provinsi Banten Yani Heryani, Kasie PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Tatang Supriatna dan Asisten Deputi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Talkha Badrus.

Kamaruddin menambahkan, setelah mengantongi ijazah Paket C peserta didik dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau menjadi bekal untuk melamar pekerjaan. “9 di antara peserta sedang pelatihan untuk bekerja di Kopsyah BMI,” ucapnya.

Kepedulian Kopsyah BMI pada sektor pendidikan terbilang strategis. Hal itu disebabkan pendidikan merupakan instrumen yang efektif untuk terjadinya mobilitas vertikal. Sudah banyak contoh, dengan bekal pendidikan yang baik individu dapat mengakses sumber daya ekonomi memadai maupun prestise sosial.

Pada kesempatan sama,  Kasub Dinas Koperasi Kabupaten Tangerang Ratnawaty mengatakan pihaknya merasa bangga dengan kiprah sosial yang dilakukan Kopsyah BMI yang tidak hanya menyelenggarakan pendidikan untuk keluarga anggota, juga membantu penyediaan lahan usaha serta rumah tinggal layak. “Pemkab Tangerang patut berbangga bahwa Kopsyah BMI telah ikut membawa harum citra koperasi di daerah ini, dan sekaligus contoh kepada koperasi lainnya bagaimana menerjemahkan pemberdayaan anggota,” ucapnya.

Ungkapan senada disampaikan Talkha Badrus yang mengatakan tidak banyak koperasi mampu menerjemahkan fungsi sosialnya seperti yang dilakukan oleh Kopsyah BMI. Akibat lemahnya implementasi sosial tersebut koperasipun acap dipandang sebelah mata sebagai lembaga bisnis yang hanya menguntungkan sejumlah orang saja. “Melalui program peduli pendidikan, Kopsyah BMI membuktikan mampu berdayakan anggotanya. Sebaliknya anggota juga semakin bangga berkoperasi, ” ujarnya.

 

Wakaf Melalui Uang

Kopsyah BMI menjadikan Wakaf Melalui Uang (WMU) sebagai salah satu instrumen pemberdayaan umat. Seperti yang dilakukan Kamaruddin beberapa waktu lalu dengan menandatangani Sertifikat Wakaf yang sudah full sebesar Rp1 Juta per orang. Bahkan nilainya ada yang sampai Rp100 Juta. Ini menandakan program sosialisasi WMU yang dilakukan berjalan dengan efektif.

Sesuai rencana, dana WMU akan digunakan untuk hal yang produktif dan sosial. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk empat hal yaitu pembelian sawah 100 Ha, pembangunan Masjid, pembangunan Rumah Tahfiz, dan pembangunan Rumah Sakit Islam Gratis.  (Drajat)

Share This: