Konser Bebas, Reuni dan Hidupkan Musik 90-an

Penampilan Project Pop-Foto: Publikasi Miles.

JAKARTA-—Tampil dengan pakaian berwarna-warni dan gaya panggung yang kocak, Project Pop langsung mengambil panggung. Tika Pangabean dan kawan-kawannnya seperti menyihir pengunjung “Konser Bebas- Pesta 90-an” untuk ikut bernyanyi sambil berjingkrak-jingkrak hingga membuat suasana di Livespace SCBD , Jumat malam (27/9/19) semarak dan hangat lewat lagu mereka bertajuk “Tu Wa Ga Pat”.

P-O-P P-O-P P-O-P GO GO!
P-O-P P-O-P P-O-P GO GO!
P-O-P P-O-P P-O-P GO GO!
Tu Wa Ga Pat

Kemunculan Project Pop di pertengahan acara lah yang membuat perhelatan yang terinsprasi dari film “Bebas” yang diproduseri oleh Mira Lesmana dan disutradarai oleh Riri Reza membawa penonton kembali ke era 1990-an.

Apalagi Tika menyapa penonton dengan sebutan anak 90-an. Personel lain Yossi bahkan meminta penonton untuk memeluk teman-teman yang ada di sampingnya. Sebagian besar pengunjung didominasi oleh mereka yang memang berniat reunian. Mereka yang pernah satu SMA di era tersebut.

Lagu selanjutnya  “Ingatlah Hari Ini”  pas dengan suasana persahabatan yang menjadi spirit perhelatan konser ini.

Kawan dengarlah apa yang aku katakan/Tentang dirimu stelah selama ini/Ternyata kepalamu akan slalu botak/kamu kayak gorila.  Liriknya koyak, dibawakan dengan ringan dan membuat suasana semakin cair.

Konser Bebas-Pesta 1990-an ini dibuka dengan penampilan rapper asal Bandung, Iwa K dengan lagu “Bebas”  dengan kelompoknya Iwa mempersona, Sudah tinggalkan/ Tinggalkan saja semua persoalan waktu kita sejena/ Tuk membebaskan pikiran/ Dan biarkan. Biarkan terbang tinggi sampai melayang jauh menembus awan.

Iwa memang pas ditempatkan  di awal konser, sellain lagu menjadi tema film sekaligus konser itu, kehadiran Iwa juga melekat di era 1990-an. Dalam jumpa pers menyebut musik pada era 1990-an penuh dengan keberagaman genre, mulai dari punk, rap, hip-hop, jazz dan sebagainya.  Hal ini baru berulang pada tahun-tahun terakhir ini.

Pada penampilan kedua, hadir band alternatif rock Ntrl yang memberikan suasana lain. Band yang sudah berusia 27 tahun (lahir pada 1992), sudah mengeluarkan 13 album dan menciptakan 160-an lagu.  Yang menarik salah satu dari tiga lagu yang dibawakan Ntrl adalah “Pelangi” lagu dari Koes Plus yang didaur ulang.

Setelah itu tampil tiga penyanyi generasi milenial, seperti Sheryl  Sheinafia yang membawakan lagu dari Oppie berjudul “Khayalan”, jebolan Voice of Indonesia, Maizura yang membawakan lagu dari Reza Artamevia bertajuk “Satu Yang Tak Bisa Lepas” dan Eva Celia yang membawakan salah satu dari karya ayahnya Indra Lesmana berjudul “Kuingin”.

Konser ini juga dimeriahkan oleh penampilan Vidi Aldiano yang menyanyikan tiga lagu lawas, ‘Cantik’ karya Kahitna, ‘Begitu Indah’ karya Padi bersama Eva Celia, dan ‘Kulakukan Semua Untukmu’ karya Fatur dan Nadila bersama Sheryl.

Pengisi acara lainnya ialah Andra & The Backbone, di antaranya  menyanyikan lagu ‘Kuldesak’ yang dahulu dipopulerkan oleh Ahmad Dhani. Serta Legendaris Vina Panduwinata berkolaborasi dengan dua musisi muda, Ikmal Tobing dan Rio Ricardo membawakan lagu “Aku Makin Cinta” dan “Di Dadaku”.

Vina Panduwinata-Foto:Publikasi Miles.

Secara keseluruhan Konser Bebas ini berhasil menghadirkan kembali era 1990-an lewat musik. Lebih dari seribu penonton lintas generasi menghadiri konser ini, rela antri selepas mahgrib hingga konser ini dulai pukul 20.30 (Irvan Sjafari).

Share This:

You may also like...