Komitmen Pemulihan Ekonomi G20

DUNIA masih akan menghadapi ketidakpastian yang tinggi, dimana output global diproyeksikan turun 4,9% tahun ini. Pemulihan yang gradual akan terjadi di tahun 2021. Situasi ini mendorong pertemuan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20. Acara diselenggarakan secara virtual, 16-18 Juli.

Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (WB) mengakui betapa pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap perekonomian dunia. Kerugian hingga akhir tahun 2021 diperkirakan US$12 triliun. Secara keseluruhan negara G20 perlu dukungan fiskal sekitar US$10 triliun. Fokusnya pada peningkatan sistem kesehatan, perlindungan sosial, peningkatan lapangan kerja, dan dukungan bagi dunia usaha.

Upaya pemulihan ekonomi global harus dilakukan secara merata dan terkoordinasi. Proses pemulihan ekonomi diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berdaya tahan, berkelanjutan dan inklusif.

Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 juga menyepakati sejumlah deliverables di antaranya, Enhancing Access to Opportunity melalui dokumen Menu of Policy Options on Enhancing Access to Opportunities for All sebagai panduan bagi negara-negara di dunia dalam memperluas akses bagi vulnerable groups, wanita dan kaum muda untuk merasakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

G20 mengapresiasi negara kreditur yang mengimplementasikan DSSI (Debt Service Suspension Initiative) dalam menangguhkan pembayaran utang negara-negara miskin. G20 juga mendorong tercapainya konsensus global dalam penanganan tantangan perpajakan digital, termasuk melakukan review atas implementasi global prinsip-prinsip Base Erosion and Profit Shifting (BEPS).

G20 menyampaikan pentingnya peranan pembangunan infrastruktur dalam percepatan pemulihan ekonomi, termasuk melalui pemanfaatan inovasi teknologi (InfraTech), peningkatan keterlibatan sektor swasta, serta penerapan prinsip investasi infrastruktur berkualitas (QII, Quality Infrastructure Investment Principles).

Prinsip-prinsip QII meliputi life cycle cost, mengintegrasikan kepentingan lingkungan dan sosial, termasuk pemberdayaan ekonomi perempuan, membangun ketahanan terhadap bencana alam dan risiko lainnya, dan memperkuat tata kelola infrastruktur.

Pertemuan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 dipimpin oleh Menteri Keuangan Arab Saudi, Mohammed Al-Jadaan, dihadiri oleh para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G-20, World Bank dan IMF dan Lembaga Internasional.‚óŹ

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *