Koloborasi Pemkot Bandung -Baznas Dorong Mustahiq Jadi Pengusaha Ritel

Audiensi Pemkot Bandung dan Baznas di Pendopo Kota Bandung-Foto: Humas Kota Bandung.

BANDUNG-–Bantuan kepada warga miskin atau kaum mustahiq tidak harus berupa kebutuhan sehari-hari yang sifatnya konsumtif.  Bantuan yang paling kepada mereka adalah memberdayakan mereka  mempunyai usaha yang produktif.

Demikian dikatakan,  Wali Kota Bandung Oded M Danial  saat menerima Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk melakukan audiensi di Pendopo Kota Bandung, Selasa (9/7).

Audiensi tersebut membahas mengenai rencana kerja sama Pemerintah Kota Bandung dengan Baznas tentang program Z-Mart di Bandung yang akan diaplikasikan di Kota Bandung.

Z-Mart Baznas merupakan Program Baznas untuk mengembangkan potensi usaha bagi Mustahiq dalam bidang ritel minimalis. Z-Mart merupakan program pengentasan kemiskinan melalui pendayagunaan dana zakat kepada mustahik. Dengan demikian kaum mustahiq bisa meningkatkan taraf hidupnya.

“Pengentasan kemiskinan banyak bentuknya. Ada yang bagi sembako dan uang. Tapi ini sifatnya produktif,” ucap Oded.

Wali Kota berharap program ini bisa menyasar orang-orang yang tepat. Baznas dapat berkoordinasi dengan instansi terkait agar tidak tumpang tindih dengan program pemberdayaan warga miskin yang lain.

“Program ini luar biasa. Namun untuk itu perlu lebih fokus. Cukup 1-2 tapi fokus dengan kajian yang benar,” imbuh dia.

Sementara itu, Ketua Baznas Pusat, Deden ingin menyebarkan Z-Mart di Kota Bandung. Dia menyatakan paling tidak ada satu Z-Mart di setiap kelurahan.

“Kami memang serius. Warung memiliki potensi yang sangat besar. Tapi saat ini lebih banyak dikuasai ritel modern,” ujar Deden.

Ia menilai program dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Z-Mart sudah dikembangkan sejak 2016. Saat ini sudah ada 251 Z-Mart di lima provinsi di seluruh Indonesia.

“Pulau Jawa, DKI Jakarta, Lombok, sudah berdiri Z – Mart,” ungkapnya.

Deden mengungkapkan, satu Z-Mart membutuhkan modal sekitar Rp20 juta. Dana tersebut untuk keperluan modal, renovasi warung, penguatan usaha dan pelatihan serta pendampingan. Melihat potensi zakat di Kota Bandung, ia berharap bisa banyak berdiri Z-Mart.

Sedangkan Ketua Baznas Kota Bandung, Maman Abdurahman pun menyambut baik. Ia memaparkan, Baznas Kota Bandung pun telah memiliki program untuk pengentasan kemiskinan, yakni memberikan modal usaha kepada masyarakat miskin.

“Kita membantu modal sebesar Rp1 juta. Kita memeriksa setiap waktu tertentu. Termasuk juga memohon kepada yang dapat modal itu bisa menyimpan penghasilannya di koperasi syariah sebesar Rp25.000 per bulan,” pungkas Maman.

Share This:

You may also like...