Kokarga Ekspansi simpan pinjam

Sukses mengelola usaha simpan pinjam, Kokarga bertekad memperluas pasarnya di luar karyawan Garuda Grup. Targetnya tahun 2015 membuka perwakilan di sejumlah kota besar seperti Denpasar, Makassar, Surabaya dan Medan.

Unit simpan pinjam masih menjadi leading sector Koperasi Karyawan Garuda (Kokarga) dalam meningkatkan kinerja usahanya. Dari sejumlah unit usaha yang dikembangkan, simpan pinjam berkontribusi cukup signifikan yaitu mampu menyalurankan pinjaman mencapai Rp 101,927 miliar. Yang menggembirakan penghimpunan dana tidak lagi mengandalkan perbankan yang hanya Rp 24,422 miliar atau turun 22% dibanding pinjaman bank tahun 2013 sebesar Rp31,432 miliar. Tingginya partisipasi anggota, kata Ketua Kokarga Sopyan Iskandar, membuat pengurus berani mengambil langkah ekspansi penyaluran dana di luar anggota. “Kokarga membutuhkan terobosan usaha yang lebih inovatif, jika hanya mengandalkan bisnis di lingkungan internal, maka hasilnya hanya itu-itu saja dan tidak memberi nilai tambah kepada anggota,” ujarnya di sela RAT Kokarga ke XXIV pada 26 Maret lalu di Sragen, Banten. RAT dibuka oleh Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Choriul Djamhari.

RAT Kokarga

Dengan jumlah anggota yang kini mencapai 7.482 orang, dan aset Rp 150,486 miliar, pertumbuhan bisnis Kokarga, lanjut Sopyan sangat potensial. Menurut dia, tugas pengurus hanya menumbuhkan partisipasi dan semangat memimpin Kokarga yang militan, setelah itu aspek permodalan koperasi ini bakal berjalan aman, karena makin mendapat kepercayaan anggota.

“Koperasi bisa dibilang sukses jika didukung oleh partisipasi permodalan dari anggotanya sehingga dana pihak luar tidak lagi dominan. Berbekal dari kepercayaan anggota itulah kami berani mengambil langkah ekspansif, “ imbuh Sopyan. Namun dia menjelaskan langkah ekspansi itu masih berada di koridor Garuda Grup, terutama yang terkait dengan karyawan perusahaan penerbangan dan pihak PT Angkasa Pura.

Selain itu, lanjut Sopyan pihaknya, terlebih dulu melakukan revitalisasi sistem teknologi informasi, keuangan dan marketing, sehingga manajemen nantinya tidak ‘kedodoran’ saat menerjemahkan kebijakan pengurus di lapangan.

Mengacu pada neraca aktivitas Kokarga tahun buku 2014, kontribusi anggota di sektor simpan pinjam tampak dominan, simpanan tabungan dan deposito tercatat sebesar Rp 74,865 miliar. Peranan dana tersebut cukup signifikan dalam memberikan layanan pembiayaan kepada anggota. Kontribusi terhadap equivalent rate revenue mencapai 1,58% per tahun dibanding dengan kontribusi dana bank yang hanya 0,38% per tahun. “Jumlah pendapat usaha simpan pinjam meningkat sebesar 17% dibanding tahun 2013 bahkan naik sebesar 3,4% dari target dalam rencana kerja 2014,” tutur Sopyan lagi.

 

Jika ukuran sukses koperasi diukur dari kompetensi pengelola, struktur permodalan dan loyalitas anggota, maka Kokarga sudah boleh menarik napas lega karena telah melewati ketiga fase tersebut. “ Ke depan kami akan terus memperbaiki citra dan pelayanan kepada anggota dan masyarakat serta meningkatkan kepedulian lingkungan sosial,” pungkas Sopyan.

Share This:

You may also like...