KKB Selindo Bukukan Kinerja Gemilang di 2016

Usaha simpan pinjam yang menjadi fokus utama KKB Selindo terus tumbuh. Selain itu, terobosan kebijakan dengan membidani kelahiran Bkop Mart juga mendapatkan respons positif dari anggota koperasi.

Dalam usianya yang masih belia yaitu dua tahun, KKB Selindo (Koperasi Sekunder Jasa Bukopin Seluruh Indonesia) menunjukkan perkembangan usaha yang pesat. Koperasi yang  didirikan oleh oleh lima KKB dan mulai beroperasi pada Oktober 2015 ini berfokus pada usaha simpan pinjam.

Sepanjang 2016, KKB Selindo menyalurkan pinjaman kepada 20 KKB Primer sebesar Rp27,19 miliar. Pinjaman ini kemudian disalurkan kembali kepada 335 anggota KKB dengan plafond antara Rp50 juta sampai dengan Rp500 juta. Selain itu, mengguyur dana kepada anak perusahaan yaitu PT Mitra Usaha Sarana (MUS) Holding sebesar Rp107,68 miliar untuk investasi dan modal kerja.

KKB Selindo juga mengucurkan dana pinjaman khusus kerja sama kepada pihak ketiga yang terkait dengan bisnis Bank Bukopin sebagai perusahaan induk koperasi sebesar Rp28,39 miliar. Total pinjaman yang disalurkan sebesar Rp163,26 miliar, tumbuh 258,67% dari 2015 yang sebesar Rp45,52 miliar.  “Perjalanan usaha KKBSelindo sangat bagus di tengah tantangan yang ada,” ujar Yanuedi Melayanto, Ketua KKB Selindo seperti dikutip dari Laporan Tahunan KKB Selindo Tahun Buku 2016.

Selain menggenjot usaha simpan pinjam yang merupakan core bisnisnya, Pengurus juga melakukan efektivitas organisasi seperti menyempurnakan kebijakan, sistem dan prosedur serta penilaian kinerja berbasis key performance indicator (KPI) dan melakukan rotasi karyawan. Salah satu kebijakan strategis yang diambil adalah  mendirikan anak perusahaan yaitu PT Kreasi Karya Bangun Sukses (KKBS) yang memiliki usaha ritel modern Bkop Mart dengan kepemilikan saham sebesar 85%.

Kepercayaan anggota terhadap Koperasi semakin meningkat yang ditandai dengan bertambahnya koperasi primer yang menjadi anggota KKBSELINDO. Kini koperasi yang didirikan oleh KKB Jakarta, KKB Bandung, KKB Karawang, KKB Cilegon, dan KKB Bogor ini memiliki 43 cabang yang merupakan Koperasi Primer Cabang Bank Bukopin di seluruh Indonesia. Sepanjang 2016, terdapat penambahan 5 (lima) cabang.

Yanuedi menambahkan dengan usaha simpan pinjam dan inovasi kebijakan yang dilakukan berdampak positif terhadap kinerja keuangan Koperasi. Total Pendapatan melonjak signifikan sebesar 5430,86% menjadi Rp10,92 miliar dari tahun sebelumnya Rp197,35 juta. Pendapatan ini terutama disumbang dari pendapatan bunga anak perusahaan sebesar Rp5,35 miliar dan pendapatan bunga kerja sama pihak ketiga sebesar Rp3,99 miliar. “Kinerja keuangan terus tumbuh positif,” ujarnya.

Meningkatnya pendapatan diikuti dengan naiknya Beban menjadi sebesar Rp10,79 miliar, naik 6275,68% dari tahun sebelumnya Rp169,23 miliar. Naiknya Beban ini terutama berasal dari beban bunga bank sebesar Rp6,54 miliar dan beban bunga kepada anggota sebesar Rp3,41 miliar. Sehingga SHU setelah pajak sebesar Rp117,17 miliar atau naik 372,83% dari 2015 yang sebesar Rp24,78 miliar.

Pada 2017, seiring dengan harapan membaiknya kondisi perekonomian KKB Selindo menargetkan pertumbuhan usaha yang lebih baik. Penyaluran pinjaman ditargetkan sebesar Rp274,39 miliar, aset Rp289,36 miliar, kewajiban jangka panjang Rp272,96 miliar dan  modal menjadi Rp2,03 miliar. “Kami yakin target tahun ini terealisasi,’ pungkas Yanuedi.

Share This:

Next Post

Lagi Lima Rumah Layak Huni Gratis Untuk Anggota

Sel Jun 6 , 2017
Sepanjang Mei lalu, Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia  menyelesaikan pembangunan lima rumah layak huni untuk para anggotanya. Jumlah itu melengkapi 26 unit yang telah dibangun. Tahun ini pembangunan rumah untuk kalangan tidak mampu itu ditargetkan sebanyak 33 unit. WUJUD kepedulian terhadap anggota sekaligus membantu Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menyediakan rumah […]