Khawatir Resesi? Siapkan 7 Hal Berikut

Sektor yang cukup menjanjikan untuk dijadikan investasi saat resesi adalah sektor konsumsi. Saham-saham yang berasal dari emiten consumer goods yang tidak berorientasi ekspor biasanya akan bertahan. Logam mulia seperti emas juga cenderung kebal resesi.

KONDISI dimana perekonomian sebuah negara mengalami penurunan sedikitnya dua kuartal berturut-turut disebut resesi. Ibarat wabah virus, resesi bisa menyebar dari satu negara ke negara lain. Jika yang mengalami resesi adalah negara besar seperti Amerika dan Cina, negara tetangga termasuk Indonesia niscaya terdampak.

Setelah menerpa Venezuela, di tahun 2019 beberapa negara mengalami nasib serupa. Ekonomi Meksiko mengalami penurunan 0,3%, ekonomi Turki juga terjerembab bersamaan dengan problem politik Hong Kong. Salah satu dampak resesi paling berbahaya adalah penurunan nilai mata uang. Masyarakat berada di ujung tanduk karena harga barang-barang pokok tak lagi masuk akal.

Untuk hadapi kemungkinan buruk, lakukan eberapa hal berikut.

Persiapkan asuransi. Sebagai kepala keluarga, pastikan seluruh anggota keluarga sudah memiliki asuransi baik itu asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa.  Jika asuransi kesehatan bisa menjadi jaminan untuk biaya pengobatan di masa depan, asuransi jiwa dapat menjadi bekal seandainya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada diri anda sebagai tulang punggung.

Maksimalkan dana darurat. Jika volatilitas ekonomi membuat anda mulai merasa tidak cemas, saatnya untuk mulai memaksimalkan dana darurat anda.

Salah satu langkah terbaik yang dapat Anda lakukan adalah dengan mengumpulkan dana setidaknya dengan nilai setara 3-6 bulan biaya kebutuhan anda. Semakin banyak anggota keluarga, semakin banyak pula jumlah dana yang harus disiapkan untuk menghadapi kemungkinan resesi.

Temukan cara memotong pengeluaran bulanan. Kita hidup di zaman di mana kita menghabiskan uang untuk berbagai kebutuhan yang mungkin 10 tahun lalu tidak kita keluarkan. Sebut saja biaya telepon seluler, membayar televisi kabel hingga mengikuti keanggotaan pusat kebugaran. Coba temukan cara bagaimana Anda bisa memotong pengeluaran. Melakukan penghematan meski hanya sedikit akan memberikan dampak besar dalam keuangan anda dan keluarga 

Maksimalkan semua sumber keuangan. Anda seharusnya bisa menemukan cara untuk memperbesar sumber penghasilan sebagai antisipasi. Kalaupun tidak sempat menemukan sumber penghasilan baru, anda bisa fokus dengan pekerjaan utama anda saat ini. Bisa dengan menambah jam lembur hingga meningkatkan kinerja agar anda mendapat promosi dan kenaikan gaji.

Lunasi dulu utang yang berbunga tinggi. Kalau masih memiliki tunggakan utang atau cicilan, lunasilah segera. Caranya pilih utang yang bunganya paling besar karena ini sangat berpengaruh pada cash flow anda. Berhenti menggunakan kartu kredit hingga limitnya habis juga sangat membantu Anda menjaga keuangan agar tetap stabil.

Jangan biarkan utang anda menggelembung seperti balon.

Jaga jaringan.Dalam situasi apa pun, memperkuat jaringan adalah hal yang sangat penting. Jalinan pertemanan dengan teman-teman kuliah, perusahaan-perusahaan yang pernah menawarkan posisi pada anda hingga mantan bos yang dulu pernah berjasa pada anda, semua adalah jaringan yang harus dijaga. Ini langkah penting untuk mencegah perasaan canggung ketika suatu saat anda perlu bantuan mereka.

Tetaplah berinvestasi. Ketika pasar investasi sedang lesu dan orang-orang panik memikirkan aset, ini kesempatan untuk tetap berinvestasi. Menurut pakar keuangan, sektor yang cukup menjanjikan untuk dijadikan investasi saat resesi adalah sektor konsumsi. Saham-saham yang berasal dari emiten consumer goods yang tidak berorientasi ekspor biasanya akan bertahan. Logam mulia seperti emas juga cenderung kebal resesi.●(dd)

Share This: