KHATAM BERKOPERASI

“Pertanyaannya gampang tapi jawabnya sulit nih. Besok pagi saja ya saya jawab.”   Sahutan itu terlontar dari Rully Indrawan saat disodori pertanyaan mengenai posisinya sebagai birokrat papan atas bidang perkoperasian dan UKM.

Esoknya profesor ahli koperasi ini memang memenuhi janjinya.  ,Pagi sekali ba’da subuh  Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi UKM ini sudah melayangkan jawaban panjang lebar. Maklum kebiasaan sebagai dosen masih melekat kuat untuk terbiasa memberikan pemahaman tuntas kepada mahasiswanya.

“Dunia birokrasi bukan pengalaman baru bagi saya, jabatan rektor di Ikopin dan beberapa jabatan lain memberikan kontribusi terhadap kecepatan beradaptasi,” tutur pria kelahiran Bogor 26 Maret 1961 ini.  Menggeluti dunia pendidikan sejak 1984, ayah dua anak ini memang layak menggondol gelar guru besar.

Ia  tak hanya mengajar koperasi, juga peneliti sekaligus penulis, bahkan pernah Wakil Ketua Umum di Dekopin. Ibaratnya mengaji, Rully boleh dibilang sudah khatam berkoperasi. Tapi dia mengaku, memajukan koperasi  tidak cukup hanya dengan teori.

“Sehebat apapun analisis dan kajian kita tentang sesuatu bila kemudian berhenti di lembaran makalah atau di jurnal ilmiah akan sia-sia.  Begitu juga dengan koperasi.  Harus dikerjakan alih-alih wacana,” timpal peraih Bhakti Koperasi dan Satya Lencana Pembangunan ini. (Irsyad Muchtar)

Share This:

Next Post

Implementasi Syariah pada APBN

Sel Mar 5 , 2019
Hendri Tanjung Pada tanggal 17 februari 2019, terlibat pembicaraan tentang ekonomi syariah antara penulis dengan salah satu direktur Bank Syariah di lounge bandara Soekarno-Hatta. Penulis memulai diskusi dengan mengatakan bahwa Indonesia perlu bank syariah besar, dimana salah satu upayanya adalah menempatkan dana pemerintah (APBN) di bank syariah.  Sang direktur langsung […]