KESEJAHTERAAN PETERNAK DALAM SETIAP LITER SUSU

Konsep koperasi yang tak memandang batas negara tercermin dengan apik di Arla Food. Koperasi peternak sapi perah itu mampu membangun kesejahteraan bersama para anggotanya melalui jaringan kerja sama internasional yang solid. Tak heran bila Arla berkembang merajai pasar susu dan produk turunannya di seluruh belahan dunia.

Uniknya Arla tetaplah koperasi yang dimiliki oleh 12.500 anggota di tujuh negara di Eropa yakni Swedia, Denmark, Inggris, Jerman, Belgia, Luxembourg, dan Belanda. Masing-masing anggota memiliki hak suara dalam demokrasi koperasi.

Arla mampu membuktikan diri bahkan prinsip kebersamaan dalam koperasi mampu mendorong usaha menjadi besar.

 

Arla Food berawal pada 1880-an ketika para peternak sapi perah di Denmark dan Swedia membentuk koperasi kecil untuk berinvestasi dalam pengembangan fasilitas produksi susu sapi perah. Dengan melakukan itu, mereka telah mengefisienkan manfaaf produk susu mereka dan meningkafkan kualitas produk yang dihasilkan.

Keuntungan yang mereka dapat dari susu mereka dibagi secara merata di antara para peternak dan secara bersama-sama mereka membangun masa depan yang cerah untuk diri mereka sendiri bahkan generasi selanjutnya pada peternakan mereka.

Seiring berjalannya waktu, ide koperasi terbukti meningkatkan kinerja. Koperasi-koperasi peternak kecil kemudian berkonsolidasi hingga menjadi semakin kuat. Mereka memperluas usaha dari koperasi lokal ke regional hingga ke level nasional.

Pada tahun 2000, koperasi peternak terbesar di Denmark melakukan merger dengan koperasi peternak counterpart-nya di Swedia dan Arla Foods, koperasi peternak pertama lintas negara, pun terbentuk.

Ide tentang koperasi juga berkembang di negara-negara lain dan segera para pemilik koperasi melakukan merger di Inggris, Belanda, Jerman, Belgia, dan Luxembourg bergabung ke dalam Arla Foods. Maka koperasi itu pun terus tumbuh menjadi kuat.

Arla Foods sejak awal bertekad untuk menjadikan para peternak mentransformasi susu ke produk dengan rasa luar biasa seperti keju, butter, tepung susu, dan lain-lain yang bisa dinikmati masyarakat di seluruh dunia.

Arla dimiliki oleh para peternak langsung dan mereka bekerja keras untuk mendapatkan harga terbaik yang paling memungkinkan untuk susu yang mereka kirim sehingga memungkinkan mereka untuk berinvestasi di lahan ternak dan bahkan berekspansi dalam rangka menyediakan lebih banyak susu kepada seluruh dunia.

 

Filosofi Koperasi

Keuntungan yang diraih Arla Foods ketika konsumen membeli produk mereka dibagi rata setiap liternya bagi para pemilik koperasi yang menyuplai. Setiap tahun para peternak menginvestasikan sejumlah keuntungan mereka kembali ke dalam bisnis sehingga bisa membuatnya semakin berkembang. Itu sekaligus menjadi upaya untuk mengamankan masa depan mereka dan masa depan generasi penerus peternak. Itulah yang menjadi filosofi koperasi bagi mereka.

Koperasi Arla seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, terbentuk dari koperasi-koperasi peternak kecil. Setelah bertahun-tahun, lebih banyak koperasi peternak terbentuk. Bahkan ketika Perang Dunia II usai, ada sekitar 1.650 peternak di Denmark dan jumlahnya terus bertambah hingga 1960-an ketika ide-ide awal membentuk jaringan peternak lintas negara diusulkan. Mulai saat itulah merger dan akuisisi di antara para peternak menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para peternak baik di Denmark maupun Swedia.

Pada tahun 2000, The Danish MD Foods dan the Swedish Arla Ekonomisk Förening memutuskan untuk merger. Inilah merger terbesar lintas negara pertama dalam industri peternakan Nordic – yang akan terjadi lebih banyak lagi di kemudian hari.

Sejak tahun itulah Arla banyak menorehkan catatan sejarah di bidang koperasi peternak di kawasan itu. Tercatat pada tahun 2004, Arla mengakuisisi National Cheese Company di Kanada, dan menjadi produsen dan distributor keju yang menyuplai seluruh Kanada.

Pada tahun 2005, Arla dan perusahaan peternakan Tiongkok China Mengniu Company memulai kemitraan memproduksi susu bubuk untuk memasok pasar Tiongkok. Berlanjut pada tahun 2006, Arla membeli produsen keju Amerika White Clover di Wisconsin, AS.

Di tahun yang sama, Arla membeli peternakan swasta Tholstrup Cheese, menambahkan brand Castello pada sejarah merek Arla. Pada tahun 2006 itu pula Arla mengumumkan pembelian perusahaan swasta Finnish dairy Ingman Foods Oy Ab.

Lalu pada tahun 2007 dilakukan merger antara Arla dengan Express Dairies di Inggris. Merger itu memungkinkan terbentuknya pemasok produk peternakan paling besar di Inggris di bawah bendera Arla Foods UK plc. Di tahun yang sama, Arla Foods menjalin kerja sama baru dengan Artis di Rusia membentuk perusahaan Rusia Arla Foods Artis LCC.

Kemudian pada tahun 2009 Arla membeli peternakan di Belanda Friesland Fresh Foods di Nijkerk, mengubah namanya menjadi Arla Foods BV. Pada tahun 2010, pemilik modal Westbury Dairies Ltd mengumumkan joint venture dengan Arla Foods UK plc.

Pada tahun 2011, merger antara Arla dan Hansa-Milch eG dari Jerman, sehingga 670 peternak aktif di Jerman menjadi anggota koperasi Arla Foods a.m.b.a. Di tahun itu juga otoritas daya saing Uni Eropa mengizinkan akuisisi Arla Foods terhadap Allgäuland-Käsereien di Jerman bagian selatan.

Berlanjut pada tahun 2012 Arla merger dengan perusahaan peternakan Jerman, Milch-union Hocheifel MUH, dan British Milk Link. Merger itu artinya bahwa Arla Foods telah tumbuh menjadi koperasi yang semula hanya beranggotakan 8.024 anggota di Denmark, Swedia, dan Jerman menjadi koperasi beranggotakan 13,413 orang di Denmark, Swedia, Jerman, Belgia, Luxembourg, dan Inggris.

Tidak sekadar itu, pada tahun yang sama Arla menandatangani kesepakatan dengan perusahaan peternakan terkemuka di Tiongkok seperti yang telah disebutkan sebelumnya yakni China Mengniu Dairy Company Ltd. dan dengan perusahaan makanan dan minuman di Tiongkok COFCO Corporation.

 

Resep Arla

Percobaan produksi dari whey protein oleh Arla dilakukan pada 1976 di pabrik susu bubuk HOCO di Holstebro, Denmark. Resep atau bahan Arla Foods yang dikemudian hari disebut Danmark Protein tercipta setelahnya.

Empat tahun kemudian koperasi itu menginisiasi pabrik terbesar di dunia yang memproduksi whey protein konsentrat dan laktosa.

Pada 1994, MD Foods mengakuisisi Danmark Protein, yang kemudian menjadi bagian dari MD Foods Ingredients, sebuah divisi yang bertanggung jawab langsung dalam pemasaran susu bubuk. Divisi itu berubah nama menjadi Arla Foods Ingredients ketika Arla dan MD Foods merger pada 2000.

Kesepakatan kerja sama dengan SanCor, salah satu perusahaan peternakan terbesar di Amerika Selatan, menghasilkan terbentuknya pabrik produksi kedua di Argentina pada 2002.

Pada 2011, kesepakatan kerja sama dengan perusahaan peternakan Jerman DMK menandakan diluncurkannya penanaman investasi untuk memperluas kapasitas di Arla Foods Ingredients’ pabrik pemrosesan whey di Denmark dan membangun pabrik pemrosesan baru di Jerman.

Setelah melalui perjuangan yang panjang, Arla Foods kini menjadi perusahaan peternakan ketujuh terbesar di dunia dalam bentuk koperasi dengan pendapatan pada 2014 mencapai EUR 10,6 miliar   atau sekitar Rp 156 triliun dan tingkat keuntungan sebesar EUR 0,3 miliar dengan total produksi susu sebanyak 13,4 miliar kg. Di antara koperasi sejenis, Arla menduduki peringkat ketiga terbesar di dunia.

Arla Foods memiliki brand utama yakni Lurpak dan Castello cheeses yang dijual ke seluruh dunia.

PT Arla

Brand Arla merupakan brand koperasi dan brand seluruh kategori produknya. Brand Lurpak merupakan milik Danish Dairy Board, dan Castello merupakan merek keju termasuk keju biru dan keju kuning.

Arla sendiri berasal dari kata yang berarti awal atau early dalam bahasa Inggris dan berdasarkan terminologi masyarakat Swedia berarti harapan di pagi hari. Namun apapun namanya, Arla telah membuktikan diri sebagai koperasi yang berhasil menembus batasan negara dan mengantarkan kesuksesan bagi para anggotanya.

Share This:

You may also like...