Kementerian PUPR Targetkan Serap 2.542 Ton Aspal Karet Lokal

JAKARTA—-Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, menyatakan pihaknya menargetkan untuk menyerap 2.542 ton aspal karet lokal. Hal ini setara 1.252 ton SIR 20 pada 2019.

Selanjutnya, bokar akan diolah menjadi bahan aspal karet (SIR 20) dan menghasilkan 17.889 ton aspal karet. Pengadaan Bokar dilakukan secara bertahap untuk menghindari penyimpanan dalam waktu lama

Penyimpanan lama berakibat rusaknya karet alam. Selain itu, sebagian dari bahan olahan karet tersebut akan dihibahkan ke provinsi dan kabupaten yang sudah mencanangkan penerapan aspal karet.

Kebijakan ini sebagai upaya   mendukung  petani karet lokal yang saat ini  mendapat kendalan  penurunan harga karet dunia. 

“Aspal karet dari petani lokal ini diperuntukan  untuk pembangunan jalan sepanjang 65,8 kilometer di sembilan provinsi. Proyek tersebut akan diimplememtasikan melalui 12 paket pekerjaan” papar Basuki dalam keterangan persnya, Rabu (10/4/2019).

Dikatakannya, fungsi  aspal karet ini untuk meningkatkan kualitas jalan. Aspal karet juga dipergunakan untuk pengerasan jalan tol.  Aspal karet  mempunyai kelebihan pada  daya lenturnya tinggi sehingga apabila menahan beban berat, penurunannya kualitas jalan tidak cepat.

Kementerian PUPR punya pedoman acuan pemanfaatan karet untuk aspal yang telah disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri. Pedoman tersebut  kemudian akan disampaikan kepada seluruh pemerintah daerah. 

“Pemanfaatan aspal karet yang diperluas mendorong nilai jual karet petani dari semula Rp6.500 di tahun 2018. Kini harganya sudah ada yang mencapai Rp10.000,” ujar Basuki.

Dalam satu kilometer jalan dibutuhkan 2,7 ton karet. Ini sebetulnya hampir sama tujuannya dengan aspal plastik. Hanya saja, kata Basuki  aspal plastik tujuannya untuk menjaga lingkungan. Kalau aspal karet disamping sebagai campuran aspal juga bertujuan membeli karet dari petani.

Indonesia merupakan salah satu produsen karet alam terbesar di dunia. Setiap tahun, produksi karet alam Indonesia mencapai 3,2 juta ton, dan 0,6 juta ton di antaranya dimanfaatkan industri dalam negeri, sementara 2,4 juta ton lainnya diekspor

Share This:

Next Post

Minyak Akar Wangi dari Petani Organik Garut Ini Tercium Hingga Swiss

Rab Apr 10 , 2019
GARUT—–Peminat pertanian organik di Indonesia  relatif sedikit.  Padahal peluang menjanjikan asalkan jeli menjalankannya.  Seorang  insinyur elektro bernama Tantan Rustandi memutuskan untuk terjun ke agribisnis  dengan membuka  lahan di Kabupaten Garut, seluas 9 hektare berupa sawah  dan kebun sayur,  serta 12 hektare ditanam sereh  dan akar wangi  sekitar  empat  tahun  lalu. […]