Kementan Ungkap 48,7 Ribu Ton Bawang Putih Masuk Tanpa Rekomendasi

Ilustrasi-Foto:Joglosemar

JAKARTA—-Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menyampaikan sebanya 48.792 ton bawang putih masuk Indonesia tanpa rekomendasi impor produk hortiultura (RIPH).  Komoditas ini dimasukkan oleh 33 perusahaan importir.

“Sejak awal Kementan menegaskan sekalipun pemerintah memberlakukan pembebasan izin impor, tetapi importir bawang putih wajib memiliki RIPH. Kami sudah meminta Satgas Pangan untuk menindalanjuti laporan ini,” ujar Prihasto dalam Rapat Dengar Pendapatan bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (30/6/20).

Kementan selalu menerbitkan RIPH jika diusulkan oleh importir. Sejauh ini total RIPH yang diberikan sudah mencapai 951,6 ribu ton kepada 108 perusahaan. Hanya saja, realisasi impor dari para perusahaan yang mendapatkan rekomendasi itu baru 279 ribu ton yang didatangkan 75 perusahaan.

Kepemilikan RIPH penting bagi Kementan karena akan menjadi bagian dari penugasan wajib tanam bagi importir yang mengimpor bawang putih. Sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2019, setelah RIPH diterbitkan, importir harus melakukan wajib tanam bawang putih.

Importir bertindak sebagai penyedia modal dan bermitra dengan petani yang akan membudidayakan bawang putih. Pola kebijakan itu untuk meningkatkan produksi bawang putih di dalam negeri yang saat ini mayoritas masih diimpor dari Tiongkok.

Dalam kesempatan yang sama Prihasto mengungkapkan, penghitungan terbaru untuk swasembada. Total kebutuhan lahan untuk bisa mencapai swasembada yakni seluas 78.595 hektare. Terdiri dari 16.952 hektare untuk area pertanaman benih serta 61.643 hektare untuk pertanaman khusus bawang yang dikonsumsi.

“Dengan luas itu, kami memproyeksikan produksi capai 622.033 ton dan kalau terpenuhi buat impor,” pungkas Prihasto.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *