Kemenkop UKM Beri Predikat Koperasi Cukup Sehat untuk KMM

Ilustrasi-Foto: Istimewa..

BEKASI—Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri (KMM) kembali menoreh prestasi dengan mendapat predikat Koperasi Simpan Pinjam Primer cukup sehat dari Kementerian Koperasi dan UKM. 

Koperasi yang dipimpin oleh Tumbur Naibaho ini dinilai mampu mempertahankkan kinerjanya  dinilai dari laporan Tahun Buku 2019.

Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop UKM  Ahmad Zabadi menyerahan sertifikat ini dalam kunjungan kerjanya ke Kantor KMM di Ruko Suncity Square, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (8/9/20).

Ahmad menyampaikan  penilaian  terdiri tujuh aspek, yaitu pemodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, efesiensi, aspek likuiditas, aspek kemandirian dan pertumbuhan dan jati diri koperasi.

“Hasilnya akan kami kelompokan ke dalam lima kategori, yaitu Sehat, Cukup Sehat, Kurang Sehat, Tidak Sehat dan Sangat Tidak Sehat,” kata Zabadi dalam keterangan persnya pada Peluang.

Menurut dia, KMM terbukti berkontribusi dalam pemberdayaan rakyat melalui aktivitas simpan pinjam. KMM mempunyai aset mencapai Rp600 miliar dengan jumlah anggota 60 ribu tersebar di 143 cabang.

Selain itu KMM bisa bertahan dari pandemi Covid-19, kuncinya  menerapan ekosistem digital. Itu artinya kinerja koperasi stabil  walaupun ada pelemahan ekonomi.

Zabadi mendorong KMM untuk tetap meningkatkan pelayanan terhadap anggotanya, serta meningkatkan daya saingnya.  Saat ini, katanya pemerintah berupaya membangkitkan sektor riil perekonomian masyarakat.

“Di sini KMM bisa bergerak dalam penyaluran dana, dari, oleh dan untuk anggota. Bahkan kepada masyarakat non anggota,” ungkap Zabadi.

Sementara Ketua KMM Tumbur Naibaho menyampaikan apresiasinya atas sertifiat yang diraih koperasi ini.  Dengan adanya sertfikat ini masyarakat akan semakin percaya kepada KMM. Penilaian ini akan dijadikan evaluasi untuk terus meningkatkan kinerja jajarannya.

“Saya harap pengurus dan pengawas KMM terus mempunyai komitmen kuat untuk maju dan mengelola usaha secara efektif dan efesien hingga mampu bersaing dengan badan usaha lain,” pungkasnya (Yuni).

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *