Kemenkop Gandeng KPPU Awasi Pelaksanaan Kemitraan Mal dan Pelaku UMKM

Ilustrasi-Foto: Ayiberita

JAKARTA—-Kementerian Koperasi dan UKM akan berkolaborasi lebih efektif dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengawasi agar kesetaraan antar pelaku usaha besar, seperti mal dengan KUMKM benar-benar berjalan,

Hal itu disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki usai menerima kunjungan Ketua KPPU Kurnia Toha, di kantornya, Senin (6/1/20) lewat keterangan tertulis.

“Kemitraan juga merupakan strategi untuk mendorong KUMKM masuk dalam value chain dan pasar global dan menjadi strategi untuk mendorong UMKM naik kelas,” ujar Teten.

Kemitraan dalam bentuk KUMKM memasok bahan baku, barang setengah jadi dan usaha besar sebagai produsen menjadi offtaker serta kemitraan dalam pembiayaan.  Agar  tidak terjadi penguasaan oleh yang besar, karena itu kemitraan dengan KPPU menjadi penting.

Sementara  Ketua KPPU Kurnia Toha mengatakan akan lebih mengefektifkan lagi pengawasan khususnya dalam sektor kemitraan antara usaha besar dan KUMKM.

“Misalnya, kami memastikan  para pengelola mal mengikuti ketentuan 20 persen, harus mengakomodasi UMKM,” kata Toha.

Lanjut dia, sesuai dengan UU 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah, pihaknya akan melakukan pengkajian, mengenai pengawasan hubungan kemitraan antara pengusaha besar (mal) dan KUMKM.

Kajian itu ditujukan agar pengusaha besar dan KUMKM dapat saling memajukan.

“Jika ditemukan pelanggaran, misalnya yang besar menguasai, kami minta segera diubah. Namun, jika sudah diberi peringatan tiga kali belum berubah, kita tegakkan hukumnya,” pungkas Kurnia.

Share This: