Kemenkop Dorong Pelaku UKM Manfaatkan Teknologi Digital di Masa Pandemi

Teten Masduki-Foto: Telusur.

JAKARTA— Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengungkapkan, survei yang dilakukan jajarannya mencatat adanya kenaikan omzet signifikan dari para pelaku UMKM yang sudah terhubung dengan lokapasar (marketplace) daring selama masa pandemi.

Sayangnya, UMKM yang sudah terhubung dengan lokapasar daring baru sekitar 13 persen. Untuk itu pemerintah mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital agar tetap bertahap di masa darurat akibat pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 jadi momentum trransformasi UMKM ke ekosistem digital,” ujar Teten dalam Webinar ‘Strategi Survival di Masa Covid-19, Jumat 15 Mei 2020.

Selain Teten, webinar yang digelar oleh Universitas Padjadjaran ini menghadirkan tiga pembicara lainnya, yaitu Menteri Sosial Juliari P Batubara, Rektor Unpad Prof Rina Indiastuti, dan Ketua Umum Hipmi Mardani H Maming.

Lanjut Teten, Presiden Joko Widodo sudah menginstruksikan program digitalisasi UMKM. Namun, transformasi UMKM ke sektor digital tidak sekadar memanfaatkan akses internet, tetapi UMKM harus mampu menjaga suplainya.

“Kalau masuk ke market online pasar mereka berskala nasional. Ketika mereka tidak punya manajemen respons cepat atas banyak permintaan di pasar online, mereka akan kehilangan kredibilitas,” ujar Teten.

Oleh karena itu, ada tiga hal penting yang harus disiapkan pelaku UMKM di masa pandemi, yaitu inovasi produk, inovasi usaha untuk menangkap peluang pasar yang ada, serta aspek digitalisasi.

Sementara Rektor Unpad Rina Indiastuti sepakat bahwa UMKM harus mengenali peluang usaha baru di masa pandemi. Munculnya kondisi “normal baru” (new normal) saat masa pandemi seharusnya dimanfaatkan UMKM untuk bertransformasi ke saluran digital.

Kondisi “normal baru” ini juga mengubah perilaku konsumen, yaitu mengedepankan protokol kesehatan serta banyak memanfaatkan saluran digital.

“Pelaku UMKM perlu mengenali konsumen saat era “normal baru”, melahirkan inovasi dan diferensiasi usaha, mampu mengomunikasikan pesannya, serta memanfaatkan platform digital,” ujar Rina.

Unpad melalui Pusat Inkubator Bisnis/Oorange Unpad meluncurkan program “Buy Unpad’s”. Program ini berupa penguatan dan pemberdayaan pelaku UMKM dari kalangan sivitas akademika dan tenaga kependidikan Unpad di masa pandemi.

Melalui program “Buy Unpad’s”, Unpad memberikan dukungan pemasaran pelaku usaha UMKM melalui platform digital. Program ini berhasil menghimpun 129 mitra UMK yang tergabung dalam katalog Buy Unpad’s.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *