Kemenkop Dorong  Anak Muda Jadi Pelopor Koperasi di Jawa Barat

Rully Indrawan-foto; busertransonline.files.wordpress.com

BANDUNG—-Anak muda  Jawa Barat diminta tampil sebagai pelopor untuk lahirnya koperasi kreasi baru ini.  Hal ini didukung oleh keunggulan sejarah, Jabar Sumber Daya Manusia dan infrastruktur.

Demikian dikatakan, Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia Rully Indrawan yang menjadi pembicara kunci pada Diskusi Panel “Koperasi Zaman Now” dengan subtema “Ekonomi Kolaboratif Menuju Jabar Kahiji” di Gedung Pascasarjana Universitas Sangga Buana YPKP Jalan Surapati 189 Kota Bandung, Sabtu (22/3/2019).

Rully mengatakan,  dalam empat tahun terakhir ini, Koperasi tmelakukan reformasi total dengan melakukan reorientasi,  rehabilitasi, dan pengembangan.

“Hasilnya,  secara makro telah nampak kecenderungan membaiknya indikator-indikator ekonomi seperti kontribusi koperasi pada PDB, rasio kewirausahaan, dan tumbuhnya koperasi berskala besar,” ujar  Rully.

Seentara dari sisi mikro terdapat kecenderungan tumbuhnya koperasi-koperasi yang lahir dan berkembang atas dasar kebutuhan kelompok. “Mereka bertumbuh atas inisiatisif sendiri dan ini lahir pada kelonpok usia muda (milenial),” imbuh dia lagi.

Selain Rully, tampil sebagai pembicara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jabar Kusmana Hartadji, Ketua DPD KNPI Jabar Rio F Wilantara, Ketua Pengurus KSP-SB Vini Noviani, dan Direktur Pascasarjana USB YPKP Vip Paramarta.

Meskipun demikian pertumbuhan kelompok usaha baru ini memang banyak yang belum sepenuhnya mengikuti tata cara yang  seharusnya di lakukan oleh koperasi, Misalnya dengan memiliki kepastian status badan hukum. Namun operasional kelompok itu sudah bergerak sebagaimana koperasi lazimnya.

“Hal ini tentu patut diapresiasi dan diberikan peluang untuk terus tumbuh dan berkembang,” sambung dia lagi.

Menurut Rully  komunitas anak muda ini perlu dipandu. Kemenkop mengandeng KNPI, Kadin, Dinas KUK untuk bersama-sama memelihara semangat ekonomi kolaboratif melalui koperasi dengan memanfaatkan flatform bisnis berbasis IT.

Sementara itu  Wakil Direktur Pascasarjana USB Farida Yuliaty mengatakan, pihaknya siap menjadi kampus yang dapat mendorong sivitas akademika kampus.

“Mahasiswa didorong mengembangkan ekonomi kolaboratif dan bersama komponen lain membangun koperasi pada zaman now,” cetus dia.

Pembicara lainKetua KNPI Jabar  Rio F Wilantara mengungkapkan  perkembangan teknologi yang begitu cepat menjadi tantangan bersama bagi gerakan koperasi di era milenium.

“Bagaimana agar anak-anak muda jaman sekarang lebih tertarik berkoperasi daripada menjadi pekerja kantoran atau pegawai negeri,” pungkasnya.

Share This:

You may also like...