Kemenkeu Naikan lagi Dana PEN Jadi Rp699, 43 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani-Foto: CNBC.

JAKARTA—- Kementerian Keuangan (Kemenkeu)  kembali menaikkan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) menjadi Rp699,43 triliun  dari patokan Rp372, 3 trilun awal tahun  bahkan pada pekan llau sebesar Rp688, 3 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan untuk sektor kesehatan dalam program PEN sebesar Rp176,3 triliun. Angka ini naik dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 63,5 triliun. 

“Anggaran inikebutuhan belanja sektor kesehatan yang juga meningkat. Pada tahun lalu sebesar Rp 63,5 triliun, naik menjadi Rp176,3 triliun pada tahun ini,” ujarnya saat konferensi pers virtual APBN Kita, Selasa (23/2/21).

Sri Mulyani merinci, anggaran perlindungan sosial sebesar Rp157,4 triliun. Angka ini turun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp220,39 triliun.

Sementara  anggaran perlindungan sosial termasuk program keluarga harapan (PKH), kartu prakerja, bantuan langsung tunai (BLT) dana desa, bansos tunai, diskon listrik, hingga iuran jaminan kehilangan pekerjaan. 

Pemerintah juga menyiapkan Rp186,8 triliun untuk dukungan UMKM dan pembiayaan korporasi. Pada tahun lalu, anggaran UMKM dan pembiayaan korporasi terealisasi Rp173,17 triliun. 

Terakhir, anggaran program prioritas dianggarkan Rp 125,1 triliun dan  insentif usaha dalam PEN dianggarkan Rp 53,9 triliun. 

Saat ini banyak dunia usaha masyarakat baik pusat maupun daerah, hanya mengandalkan APBN sebagai motor penggerak ekonomi, sehingga diharapkan adanya PEN maka perekonomian bisa kembali pulih. 

“Semua hanya berharap dari APBN sebagai motor penggerak ekonomi terutama kuartal satu 2021. Kita berharap pada kuartal dua 2021 maka beban terhadap APBN bisa mulai dibagi kepada sektor yang muliah pulih dan daerah yang mulai pulih dari Covid-19,” pungkas Sri Mulyani.

Share This:

One Comment on “Kemenkeu Naikan lagi Dana PEN Jadi Rp699, 43 Triliun”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *