Kelompok Tani Ngudi Makmur Budi Daya Bawang Merah di Tanah Berpasir

Ilustrasi-Foto: Istimewa.

BANTUL—Kelompok Tani Ngudi Luhur yang berbasis di Dusun Samiran, Kretek, Bantul melakukan terobosan menanam bawang merah varietas crok kuning dan tajuk  di lahan berpasir.

Kelompok tani yang beranggotakan sekira  90 orang secara konsisten melakukan pertemuan dan pendampingan kepada anggotanya. 

“Varietas tajuk dan crok kuning. Dua varietas tersebut yang paling banyak diminati petani karena produktifitasnya tinggi,” ujar Ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur, Sujito dalam siaran pers, Senin (16/11/20).

Dalam setahun, menurut Sudjito petani menanam dua kali. Pada musim tanam 1 (MT 1) menghasilkan panen umbi basah sebanyak 12- 14 ton untuk varietas crok kuning dan tajuk.  Sedangkan di musim kemarau menghasilkan panen sebanyak 20 -22 ton umbi basah. 

“Saat ini harga benih bawang merah di Kabupaten Bantul berada pada kisaran Rp 40 – 45 ribu per kg, dengan posisi benih siap tanam (patah dorman),” papar Sudjito.

Pembina Kelompok Tani Ngudi Makmur, Kadiso mengatakan, meski varietas crok kuning dan tajuk banyak digemari petani, petani terkadang masih kesulitan mendapatkan benih, karena penanaman bawang merah tidak bisa off-season.

Benih harus didatangkan dari luar daerah seperti Nganjuk (untuk varietas Tajuk). 

“Kami berharap ke depan, petani mengembangkan sendiri benihnya untuk dapat disisakan sebagai bahan tanam di musim tanam selanjutnya,” ujarnya.

Direktur Perbenihan Hortikultura, Ditjen Hortikultura, Sukarman mengungkapkan, pemerintah terus mendorong pertumbuhan produsen benih hortikultura di berbagai wilayah di Indonesia.

Di antaranya pembinaan petani produsen secara kontinu, bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan BPSB setempat.

“Dengan demikian kami harapkan akan tumbuh produsen-produsen benih baru yang dapat menopang kebutuhan benih di wilayah setempat,” katanya.

Sementara itu Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto mengatakan Kementan akan terus mendorong kegiatan pengembangan bawang merah di berbagai wilayah untuk menjaga stabilitas pasokan.

“Tentunya kami tetap mengawal  pasokan agar aman sepanjang tahun. Adapun untuk sisi perbenihan kita dorong terus untuk menggunakan benih unggul. Kami juga kenalkan dengan penggunaan benih bawang merah dari biji  botani (TSS),” pungkasnya.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *