Kelola Aset Rp2,6 Triliun Pemerintah Apresiasi CU Pancur Kasih

Sukses KSP Credit Union Pancur Kasih (CUPK) memacu pengembangan usaha-usaha produktif anggotanya mendapat apresiasi pemerintah. Koperasi berusia 34 tahun ini tak hanya sarat dengan layanan teknologi digital yang memudahkan transaksi anggota, jangkauan usahanya juga kian melebar ke tengah masyarakat. Hingga Maret 2021, jumlah anggotanya tercatat 174.444 orang, dengan aset mencapai Rp2,6 triliun dan pinjaman beredar Rp1,775 triliun.

“CU Pancur Kasih kita harapkan dapat menjadi dinamisator bagi anggotanya sehingga mampu menciptakan wirausaha baru,” kata Menteri Koperasi Teten Masduki saat berkunjung ke CUPK, Jumat (26/3/2021) di Pontianak, Kalimantan Barat. 

Berbicara di tengah para pengurus dan pengelola CUPK, Menkop Teten meminta koperasi seyogyanya mampu menjadi lembaga pembiayaan alternatif di luar perbankan agar memberikan pembiayaan murah dan mudah kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Apabila hal itu dapat berjalan dengan baik, maka koperasi punya peran besar dalam menciptakan para wirausaha baru di tanah air yang kini jumlahnya stagnan di angka 3,47 persen.

Fokus utama tengah dikerjakan Kemenkop saat ini, lanjut Teten,   pihaknya tengah mendorong usaha mikro sejenis, seperti pertanian, peternakan, atau warung kelontong untuk bersatu dalam koperasi agar mudah dalam hal pembiayaan maupun penggunaan teknologi.

“UMKM yang kecil-kecil kalau tidak dibantu mereka tidak kuat, malah bisa habis. Termasuk penggunaan teknologi yang diterapkan lembaga-lembaga besar bisa dibantu dan diterapkan ke UMKM,” tuturnya. Salah satu upaya dilakukan Kemenkop UKM adalah bekerja sama dengan perusahaan pelat merah, PT BGR Logistics (Persero) mengembangkan koperasi-koperasi pangan, agar BGR menjadi agregator, pendamping, sekaligus offtaker produk-produk UMKM.

Saat ini, sambung Menkop lagi, sebanyak 98 persen kewirausahaan masih didominasi usaha mikro yang pendapatannya di bawah UMR. Strategi besarnya bukan menambah ultra mikro makin banyak, tapi harus didorong usaha mikro ini naik, yang kecil dan menengah makin besar. Sektor formal diperbesar sehingga penyerapannya ke mikro akan lebih besar lagi.

Fokus Simpan Pinjam

Dalam sambutannya saat menerima kunjungan Menkop Teten Masduki, Ketua CUPK Gabriel Marto menjelaskan sejak berdiri pada 28 Mei 1987, CUPK tetap fokus dengan usaha tunggalnya, yaitu melayani simpan pinjam kepada anggota yang merupakan pelaku usaha di berbagai sektor produktif, mulai dari pertanian hingga perdagangan.

CUPK awalnya hanya sebagai sarana saling menolong dalam mengatasi kesulitan ekonomi rumah tangga bagi para keluarga di lingkungan Yayasan Karya Sosial Pancur Kasih. Belakangan CUPK memperluas layanan usahanya, antara lain meluncurkan pinjaman ekonomi kreatif termasuk untuk generasi milenial.  

Pelayanan anggota tidak hanya terpusat di kota Pontianak, tetapi tersebar melalui 50 Kantor Tempat Pelayanan dan 4 Kantor Tempat Pelayanan Kas di seluruh kabupaten dan kota di Kalbar.  Marto manandaskan, seluruh pengelolaan CUPK telah bertransformasi ke arah digital.  Salah satunya lewat pembuatan aplikasi CUPK mobile, di mana pembiayaan bagi para anggota koperasi bisa dipantau secara real time.  (Reza)

Bagikan ke: