KEK Tanjung Lesung Diproyeksikan Tarik Investasi Rp92,4 Triliun

Ilustrasi-Foto: Istimewa.

TANJUNG LESUNG—Kementeriian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memproyeksikan Kawasan Ekonomi Khusus (Kek) Tanjung Lesung, Banten mampu  menarik investasi sebesar Rp92,4 triliun dan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 85.000 orang hingga  2025.

KEK Tanjung Lesung ini merupakan KEK Pariwisata pertama dari 10 KEK di Indonesia yang telah diresmikan oleh Presiden Jokowi dan mulai beroperasi sejak Februari 2015.

Presiden menargetkan mempercepat aksesibilitas dari Jakarta ke Tanjung Lesung dengan membangun jalan tol baru Serang-Panimbang sepanjang 84 km.

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan  pengembangan infrastruktur di KEK Tanjung Lesung akan mendongkrak kinerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara keseluruhan.

Seksi I direncanakan beroperasi pada pertengahan 2021 dengan jalan tol sepanjang 26 km dan diproyeksikan pada 2022 jalan tol tersebut sudah dibuka hingga Panimbang. Jadi dari Jakarta ke Tanjung Lesung diperkirakan hanya ditempuh selama 2 jam perjalanan.

Dia mengapresiasi dan mendukung PT. Banten West Java dalam pengembangan jalan tol Serang-Panimbang. Hal ini sesuai dengan konsep tren baru wisata yaitu localize, karena wisatawan akan lebih memilih destinasi yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya.

“Banten merupakan salah satu tujuan wisata yang dekat dengan wilayah Jabodetabek,” ujar Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/4/21).

Selain jalan tol Serang-Panimbang, dibutuhkan juga jalan penunjang lainnya, sehingga kawasan wisata seperti ke Anyer, Baduy, dan Desa Cikeusik bisa terintegrasi.

Jadi tidak hanya point to point, tapi juga harus melakukan pendekatan yang lebih holistik, karena infrastruktur itu harus berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

KEK Tanjung Lesung sendiri memiliki luas area 1.500 hektare dengan potensi pariwisata yang beragam, antara lain keindahan alam pantai, keragaman flora dan fauna, serta kekayaan budaya yang eksotis. Selain itu, atraksi wisata yang ditawarkan adalah jetski, banana atau donut boat, naik stand up paddle board, snorkeling, diving, mancing, bersepeda, ATV, golf, dan wisata kuliner.

Lanjut Sandiaga, Tanjung Lesung menggabungkan seluruh elemen dari pilar-pilar yang ingin kita bangun. Pertama semangat optimisme bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif akan bangkit, dengan menghadirkan berbagai event menarik. Kedua membuka peluang melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan mendorong UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem digital. Ketiga desa wisata ikut terlibat dalam pengembangan kawasan ini.

“Dan yang terakhir adalah bagian dari pada wisata minat khusus yang dihadirkan di kawasan ini, seperti sport tourism dan eco-tourism,” pungkasnya.

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *