Kedai Lamor Coffee, Berkah Letusan Gunung Kelud

Ilustrasi-Foto: Itimewa.

KEDIRI-–Kabupaten Kediri punya destinasi wisata alternatif di Dusun Laharpahang, Kecamatan Puncu bernama  Kedai “Lamor Coffee”. menjadi destinasi ngopi kekinian di Kecamatan Puncu.  Keberadaan kedai kopi ini menjadi hilir bagi para petani kopi di hulu, selain bisa dinikmati secara luring juga dipasarkan secara daring.

Semakin meningkatnya respon publik terhadap ‘Kopi Kelud’ membuat Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Lamor Kelud binaan LAZ Al Azhar mendirikan Kedai Kopi. Erupsi Gunung Kelud tahun 2014 silam memberikan berkah setalah musibah yaitu masyarakat memanfaatkan lahan subur di sekitar lereng Gunung Kelud dengan bertani kopi.

Kedai Lamor Coffee diresmikan oleh Direktur LAZ Al Azhar saat itu Agus Nafi, pada 9 November 2019 lalu. Daya tarik dari Kedai Lamor Coffee ini adalah cita rasa kopi dan konsep kedai yang unik.

Di akhir pekan, Kedai Lamor Coffee ramai didatangi pengunjung. Dengan lokasi yang berada di lereng Gunung Kelud, tentu memberikan rasa nyaman tersendiri dan membuat pengunjung betah berlama-lama.

Dhobit, Dasamas (Dai Sahabat Masyarakat) LAZ Al Azhar ditugaskan untuk mendampingi masyarakat di Desa Puncu mengatakan, banyak pengunjung dari luar kota seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang yang datang ke Kedai Lamor Coffee untuk merasakan sensasi nikmatnya Kopi Kelud.

“Menu andalan di kedai kami tentunya Kopi Kelud dengan dua varian rasa primadona yaitu robusta dan liberika. Kami juga menyediakan makanan khas tradisional sebagai pendamping kopi saat bersantai seperti, kacang rebus, jagung bakar dan berbagai macam jus buah,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (4/1/21).

Masyarakat di sekitar Kedai Lamor Coffee berharap, ke depannya, kopi kelud yang diproduksi mereka bisa semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia bahkan bisa mendunia. Supaya bisa meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Ilustrasi-Foto; Istimewa.

Vivin, 35 tahun salah seorang petani kopi mengakui keberadaan kedai kopi itu membantu petani memasarkan kopinya. Selain digunakan untuk kebutuhan kedai, mereka membantu menjadi reseller. Dia menuturkan sudah mengemas kopinya dengan kemasan alumnium foil seberat 250 gram dengan harga Rp26 ribu.

“Dalam seminggu saya bisa menjual 10-20 kilogram kopi Kelud,” ucap Vivin kepada Peluang, Rabu (6/1/21) seraya mengatakan sudah menjadi pembudi daya kopi sejak 2019 (Van).

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *