Keberpihakan Pemerintah Diperlukan

Regulasi, penguatan SDM dan kelembagaan, serta inovasi berbasis digital merupakan  kunci utama untuk memastikan pertumbuhan koperasi yang sehat dan berkelanjutan.

KOPERASI yang ditahbiskan sebagai sokoguru perekonomian merupakan salah satu badan usaha yang berkontribusi dalam pembangunan. Dengan sebaran dan jenis usaha yang beragam, koperasi ikut membantu meningkatkan literasi keuangan ataupun akses masyarakat terhadap sumber pembiayaan.  Selain itu, ada pula koperasi dengan usaha yang unik seperti dilakukan Koperasi Kesehatan Pegawai dan Pensiunan Bank Mandiri atau lebih dikenal dengan Mandiri Healthcare (MHC).

Sekadar informasi, eksistensi MHC merupakan bentuk kepedulian Bank Mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan dan penyediaan layanan kesehatan pegawai setelah memasuki usia pensiun. MHC menjalankan usahanya dengan mengacu pada konsep medical savings. Yaitu mengelola dana kesehatan anggota  untuk dikembangkan melalui portfolio investasi. Selanjutnya, hasil investasi digunakan untuk mendapatkan program layanan dan manfaat kesehatan bagi anggota saat paripurna.

Kun Listyaningsih, Ketua Pengurus MHC, mengatakan bahwa untuk mengembangkan koperasi diperlukan dukungan dari pemerintah. Dukungan tersebut dapat diberikan antara lain dalam bentuk regulasi perpajakan, memfasilitasi pendidikan, latihan dan sertifikasi untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme SDM koperasi. “Pemerintah perlu terus melahirkan regulasi yang memihak terhadap pengembangan usaha koperasi,” ujarnya.

Selain mengandalkan dukungan dari pemerintah, insan koperasi perlu mendorong fungsi lembaga sokoguru perekonomian ini menjadi wadah dan penggerak inovasi, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Terobosan berbasis digital diyakini akan dapat lebih meningkatkan kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional. MHC sendiri seara aktif mengembangkan pemanfaatan digitalisasi dalam menjalankan usahanya.

Untuk memastikan pertumbuhan usaha koperasi yang sehat dan berkelanjutan, ujar Kun Listyaningsih, perlu dilakukan penguatan kualitas kelembagaan dan organisasi koperasi. “Koperasi dapat terus berkembang pada masa mendatang dengan melakukan penyempurnaan capacity building dan dukungan regulasi dari pemerintah,” tuturnya.●(Kur)

Share This:

Next Post

An Outward Looking Cooperative

Rab Jul 3 , 2019
Sukses KISEL, yang hingga 2019 menempati peringkat teratas 100 Koperasi Besar Indonesia dengan volume usaha mendekati Rp6 triliun, dibangun dengan kesadaran yang kuat bahwa koperasi adalah usaha modern. CITRA koperasi Indonesia sedikit terobati ketika World Cooperative Monitoring–ebuah lembaga pemeringkatan koperasi dunia—mencantumkan Koperasi Telekomunikasi Selular (KISEL) pada urutan 94 di deretan […]