Kantongi Aset Rp 7,9 Triliun Kinerja Kospin Jasa Tetap Membiru

Di tengah perekonomian yang melambat, Kospin Jasa Pekalongan masih mampu menjaga kinerja usahanya secara prima. Asetnya terus bergerak naik dan  menyentuh Rp 8 triliun. Jumlah itu dihasilkan dari perkembangan tujuh anak perusahaan serta aktivitas 135 kantor cabang di berbagai daerah

KONDISI perekonomian nasional yang lesu masih jadi ‘kambing hitam’ dari penurunan kinerja sejumlah perusahaan. Hampir seluruh perbankan nasional, tidak berhasil mencapai target seperti direncanakan. Tentu saja hal ini sangat berpengaruh kepada ekonomi sektor riil, tak terkecuali Kospin Jasa Pekalongan yang biasanya rajin mencatat pertumbuhan mencengangkan.Dalam Rapat Anggota Tahunan ke 44 Tahun Buku 2017 Maret lalu di Pekalongan Jawa Tengah, Ketua Umum Kospin Jasa Andy Arslan Djunaid melaporkan, kendati kinerja usaha masih berjalan positif, namun belum seperti diharapkan.

Sejumlah target yang dipasang sejak awal tahun lalu, tak sepenuhnya mencapai sasaran.  Jika tahun lalu (2016) target total aset dari usaha konvensional dan layanan syariah melebih 100%, tahun ini melamban. Target Aset konvensional yang dipatok sebesar Rp7,32 triliun hanya tercapai 87,73% atau Rp6,42 triliun. Sedangkan pencapaian aset layanan syariah mendekati 90,34% atau hanya Rp1,53 triliun dari target Rp1,70 triliun.

Kendati begitu, anggota koperasi ini tetap optimistis lantaran manajemen mampu mencetak keuntungan (SHU) Rp47,64 miliar, diperoleh dari simpan pinjam konvensional Rp32,93 miliar dan layanan syariah Rp 14,71 miliar. Hingga Per Desember 2017 jumlah anggota koperasi ini sebanyak 212.450 orang, terdiri dari 2.288 orang anggota kelompok I dan 210.162 kelompok II dan III.

Sementara total aset koperasi yang memiliki 135 kantor cabang dan cabang pembantu tersebar di berbagai daerah ini terus membiru dengan pencapaian Rp7,9 triliun. Kinerja kinclong itu tidak melulu dari usaha simpan pinjam, sebab Kospin Jasa juga mengembang sektor usaha lainnya dengan badan hukum persero.

Dalam sambutannya, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengingatkan hanya koperasi yang diharapkan mampu mewujudkan pemerataan kesejahteraan di tanah air.  Karena konsep koperasi adalah perkumpulan orang, semakin banyak koperasi, makin banyak masyarakat itu sejahtera. Lantaran itu, Koperasi harus dikelola secara baik dan profesional agar memberi manfaat kepada masyarakat. Jika kinerja Koperasi sehat dan berkualitas akan menghasilkan produk domestik bruto Koperasi tinggi yang akan menopang pertumbuhan ekonomi yang merata.  (Irm)

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *