Kantong Korporasi Teknologi Global Tambah Tebal

Maraknya aktivitas secara online selama pandemi mendongkrak kinerja penjualan perusahaan raksasa digital dunia.

Bagi perusahaan-perusahaan raksasa teknologi global pandemi covid-19 bukanlah hal yang perlu dirisaukan. Justru mereka menangguk untung dari banyaknya aktivitas yang dilakukan secara daring. Berikut deretan korporasi global yang kantongnya bertambah tebal di tengah badai pandemi yang melanda dunia.

  • Amazon

Amazon.com, Inc. melaporkan penjualannya mencapai USD96,1 miliar (Rp1.383 triliun) per kuartal III 2020, meningkat 37% dibandingkan periode sama 2019. Peningkatan ini berdampak pada melonjaknya keuntungan sebesar USD6,3 miliar (Rp90 triliun), tiga kali lipat lebih besar dari tahun lalu. Ini.tidak lepas dari naiknya transaksi belanja online selama pandemi.

Seperti diketahui, Amazon merupakan perusahaan teknologi multinasional Amerika yang berbasis di SeattleWashington, yang berfokus pada e-commercekomputasi awanstreaming digital, dan kecerdasan buatan.  Amazon didirikan oleh Jeff Bezos pada 5 Juli 1994, awalnya dimulai sebagai pasar online untuk buku tetapi kemudian diperluas dengan menjual barang elektronik, perangkat lunak, video game, pakaian, furnitur, makanan, mainan, dan perhiasan.

  • Facebook

Facebook yang juga memiliki Instagram dan whatsapp per September 2020, memiliki 3  miliar pengguna yang aktif mengakses ketiga media sosial tersebut. Angka tersebut meningkat 15% dibandingkan dengan September tahun lalu. Meski tidak menyebut jumlah keuntungan yang diraih namun peningkatan jumlah pengguna diyakini menggenjot pendapatannya.

  • Google

Pendapatan Google naik dari USD40 miliar pada kuartal II/2020 menjadi USD46,2 miliar pada kuartal III/2020. Pemasukan dari iklan di Google dan YouTube menjadi penyumbang terbesar kenaikan tersebut.

Divisi Periklanan Google membukukan pendapatan sebesar USD37,1 miliar, naik dibanding periode sama 2019 sebesar USD34 miliar. Iklan YouTube mencatatkan pendapatan sebesar USD5 miliar, melonjak 30 persen dari tahun sebelumnya sebesar USD3,8 miliar. Pendapatan yang diperoleh YouTube belum termasuk dari YouTube TV yang kini tercatat memiliki tiga juta pelanggan. Selain itu, YouTube juga mendapatkan pemasukan dari pelanggan berbayar YouTube Premium yang jumlahnya mencapai 35 juta akun dan 30 juta konten musik yang diunggah ke platform tersebut.

Uniknya, penayangan video meditasi yang dipandu oleh instruktur di YouTube mengalami peningkatan hingga 40 persen sejak Maret 2020 atau awal merebaknya pandemi Covid-19. Selain itu, peningkatan juga terjadi pada video tutorial masker wajah yang sudah ditonton sebanya satu miliar kali.

Selain dari iklan, kenaikan pendapatan juga disumbang oleh Divisi Cloud Google lewat Google Drive dan platform konferensi video Google Meet. Dilaporkan bahwa di Google Meet ada 235 juta rapat dan lebih dari 7,5 miliar panggilan video setiap harinya selama kuartal III-2020.

  • Apple

Apple melaporkan  kenaikan penjualan pada pertengahan 2020 sebesar 11 persen. Kenaikan penjualan terjadi merata di berbagai produk perangkat keras dan layanan digital. Apple didirikan oleh Steve JobsSteve Wozniak, dan Ronald Wayne pada April 1976 untuk mengembangkan dan menjual komputer pribadi Apple I buatan Wozniak. Perusahaan ini resmi berdiri dengan nama Apple Computer, Inc. pada Januari 1977. Apple menjadi perusahaan terbuka pada 1980 dan meraup laba yang sangat besar. Selama beberapa tahun berikutnya, Apple memproduksi komputer-komputer baru yang memiliki antarmuka pengguna grafis inovatif seperti Macintosh pertama pada 1984.  (Kur).

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *