KAN Jabung Membangun Kepedulian Sosial

Kegiatan CSR KAN Jabung cukup lengkap yang meliputi bidang keagamaan, sosial, kesehatan, pendidikan, prasaran umum dan lingkungan. Tidak heran, jika KAN Jabung dinobatkan sebagai koperasi produsen dengan CSR terbaik.

Koperasi Agro Niaga (KAN) JABUNG merupakan koperasi jenis produsen terbesar di Kabupaten Malang Jawa Timur. Koperasi yang awalnya bernama KUD Jabung dan didirikan pada 27 Mei 1979 ini memiliki 2.400 anggota yang terdiri dari 200 petani tebu dan 2.200 peternak sapi perah.

Untuk menunjang pertumbuhan industri peternakan, KAN Jabung mengembangkan usaha dengan mendirikan pabrik pakan ternak baru Sapronak dengan produk berkualitas tinggi dan harga terjangkau. Dengan adanya pabrik baru, produksi pakan ternak yang dihasilkan diprediksi dapat meningkat hingga empat kali lipat dari pabrik lama.

Sekadar informasi, pabrik lama dapat memproduksi pakan ternak sebanyak 50 juta ton perhari. Koperasi ini menyediakan tujuh jenis konsentrat yang diperuntukan untuk sapi perah dan sapi potong.  KAN Jabung  akan terus berinovasi dalam menghasilkan pakan ternak yang bermutu dan harganya terjangkau. Dengan begitu, para anggota peternak akan lebih produktif yang pada giliriannya akan meningkatkan kesejahteraan anggota.

Sejalan dengan usahanya yang terus berkembang, KAN Jabung juga  melaksanakan tanggung jawab sosial (CSR) koperasi. Bentuk kegiatan CSR meliputi aspek  bidang pendidikan seperti memberikan bantuan beasiswa untuk siswa berprestasi yang kurang mampu dan pelatihan keterampilan. Di bidang  kesehatan koperasi melakukan pengobatan massal dan donor darah, tunjangan kesehatan anggota, gerakan minum susu untuk usia prasekolah, dan operasional kendaraan ambulans.

Di bidang  pengembangan prasarana umum KAN Jabung membantu pengadaan sarana ibadah. Sedangkan CSR bidang keagamaan memberikan bingkisan Hari Raya untuk warga sekitar maupun penyembelihan hewan qurban untuk disalurkan kepada masyarakat terdekat. Selain itu, di bidang lingkungan diantaranya adalah mendukung penanganan limbah yang dilakukan oleh divisi inti dan program penghijauan. Di bidang sosial koperasi ini  memberikan santunan pada anak yatim piatu dan fakir miskin setiap tahun.

Sebelum mencapai keberhasilan seperti sekarang, saat masih bernama KUD JABUNG, kinerjanya memble meski terjadi pergantian pengurus dan manajemen beberapa kali. Bahkan terjadi miss manajemen yang berkepanjangan sampai mencapai klimaksnya pada  1984, di mana tidak mampu lagi membayar kewajiban-kewajibannya kepada anggota dan bank.

Barulah pada 1985 dengan manajemen baru KUD JABUNG mulai berbenah diri dan bergegas bangkit. Unit tebu rakyat, yaitu satu-satunya usaha yang bisa dibangun kembali sekuat tenaga diberdayakan. Transformasi ini terus berlanjut sampai    1998, KUD Jabung berubah menjadi KAN JABUNG melalui proses penggodokan dengan anggota dan tokoh masyarakat. Kembali ke jati diri koperasi dengan menata kembali penerapan nilai-nilai dan prinsip-prinsip koperasi menjadi landasan utama pengembangan pada tahap berikutnya. (drajat).

Share This: