Kadin Pangandaran Berharap Reaktivasi Jalur Kereta Api Segera Terlaksana

Suasana di dalam Kereta Api Pangandaran: Baru sampai Banjar (foto: Fokus Priangan).

PANGANDARAN—-Pelaku usaha di Pangandaran berharap reaktivasi jalur kereta api  yang  direncanakan pemerintah, segera disempurnakan dan dipercepat.  Selama jalur kereta api yang direaktivasi baru sampai Banjar, walau namanya Kereta Api Pangandaran.

Menurut  Ketua Kamar Dagang Indonesia (kadin) Pangandaran Teddy Sonjaya, secara riil dampaknya akan besar.  Selama ini perjalanan dari Gambir, Jakarta hingga Banjar saja sudah ada dampaknya kecil.   Setidaknya bagi  pariwisata ataupun 10 ribu pelaku UKM, walau efeknya masih kecil.

“Kalau  Kereta Api Indonesia menghidupkan hingga sampai ke Pangandaran, tentunya dengan stasiun yang memadai, melewati 6-7 destinasi wisata,” ujar Teddy kepada  Peluang, melalui sambungan telepon, Rabu  (23/1/2019).

Teddy mengatakan, dengan meningkatnya pariwisata, maka akan mendongkrak perekonomian warga Pangandaran, khususnya pelaku UKM, koperasi, serta agribisnis.  Teddy mencontohkan, saat ini saja ada koperasi produsen yang memanfaatkan limbah kelapa  sudah meraup omzet Rp1,5 miliar per bulan.

Hanya saja memang  pelaku usaha mikro harus dipersiapkan untuk menghadapi perubahan terjadi, terutama setelah Kawasan Ekonomi Khusus terwujud. Jangan sampai warga Pangandaran hanya menjadi penonton.

“Kalau pun ada pengusaha dari Jakarta investasi dia harus membantu mendongkrak perekonomian warga, misalnya rumah makan ikan bakar, tetapi  ikannya dari nelayan,” lanjut Teddy.

Selain itu dengan terwujudnya kereta api, maka waktu tempuh  Bandung-Pangandaran saja hanya 4 jam (kalau dengan mobil bisa sembilan jam), bahkan eksekutif hanya 3 jam.  Dengan demikian pelaku UKM bisa mengantarkan produknya ke Bandung untuk dijual di sentra oleh-oleh di sana atau di pasar dengan cara konsinyasi dan hari itu juga pulang, tanpa harus menginap.

Sebelumnya Wakil Ketua Institute for Development Economics (INDEF) Eko Listiyanto  mengungkapkan reaktivasi jalur kereta api yang mati seperti di Cibatu (Jawa Barat) bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Setidaknya aspek logistik akan terbantu, karena pengangkutan dengan kereta api lebih murah.  Sekalipun kereta api lebih banyak mengangkut penumpang,” kata Eko seperti dikutip dari Antara.

Pemerintah memang berencana mereaktivasi empat jalur kereta api di Jawa Barat, yaitu Cibatu-Garut-Cikajang (47,5 kilometer),  Rancaekek-Tanjungsari (11,5 kilometer), Banjar-Pangandaran-Cijulang (82 kilometer) dan Bandung-Ciwidey (37,5 kilometer) (Irvan Sjafari).

 

 

Share This:

Next Post

Peneliti  Minta Pemerintah Segera  Benahi Permasalahan  Gula Nasional

Rab Jan 23 , 2019
JAKARTA—- Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman meminta Pemerintah sebaiknya fokus membenahi permasalahan seputar gula nasional, mulai dari perkebunan (on farm – produktivitas) dan non perkebunan (off farm – tingkat rendemen). “Rendahnya produktivitas dan tingkat rendemen menjadi penyebab kenapa gula nasional sulit bersaing dengan gula impor,” […]