Kadin Jatim Petakan Pelaku UMKM Pertanian untuk Pendampingan

Iustrasi-Foto: RRI.

SURABAYA-—Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Bidang Agrobisnis, Adik Dwi Putranto mengatakan, pihaknya sudah memetakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor pertanian yang akan mendapatkan pendampingan dari PUM Netherlands Senior Expert bersama Kadin Jatim.

Langkah ini sebagai tindak lanjut dari agenda “Sharing dan Klinik Bisnis, Pengolahan Produk Makanan dan Minuman Bersama Ahli Pengolahan Produk Agro Belanda” yang telah digelar pada pertengahan Oktober 2019.

“Pemetaan dilakukan guna memudahkan pendampingan yang akan dilakukan Kadin Jatim bersama PUM Netherlands Senior Expert kepada sekitar 100 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pengolahan produk pertanian di seluruh Jatim,”  ujar Adik seperti dilansir dari Berita Jatim di Surabaya, Kamis (14/11/19).

Dari data yang sudah masuk, ada sekitar 78 UMKM pengolahan produk pertanian yang memenuhi persyaratan dan telah dipetakan sesuai zonasi.  Sementara pendampingan akan dilakukan di sembilan titik yaitu Lamongan, Pamekasan, Kediri, Malang raya, Trenggalek, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan dan Tuban.

“Pendampingan bisnis ini riel kami lakukan bersama PUM Netherlands Senior Expert selama dua minggu mulai dari proses produksi berstandar internaional, mengemas, melakukan branding, pemasaran, hingga membuka jaringan,” papar Adik.

Lanjut dia,  semuanya akan dibimbing secara intensif dan berkelanjutan. PUM Netherlands juga akan melakukan evaluasi setelah program berjalan selama tiga bulan. Dari evaluasi, akan diketahui apakah bisnisnya berjalan semakin baik atau masih ada kekurangan.

Lewat kegiatan ini diharapkan kinerja sektor pertanian Jatim akan semakin baik. Data Badan Pusat Statistik Jatim menunjukkan, kinerja sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir mengalami perlambatan walaupun masih tetap menjadi kontributor terbesar ketiga dalam struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim.

Sepanjang triwulan ke III 2019 pertanian masih berkontribusi sebesar 12,09 persen dengan nilai Rp 73,978 triliun. Pencapaian ini lebih rendah dibanding industri pengolahan yang mampu berkontribusi sebesar 29,7 persen dan perdagangan sebesar 18,62 persen dari total PDRB Jatim pada triwulan ke III 2019 yang mencapai Rp 607,045 triliun. Sementara kinerja sektor pertanian Jatim pada triwulan III 2019 hanya mampu naik sebesar 1,65 persen.

Share This:

You may also like...