Jokowi Dorong Pelaku Koperasi Paham Era Digital

Presiden Joko Widodo ketika membuka Peringatan Hari Koperasi ke 71-Foto: Fakta News.

TANGERANG—Perkembangan Koperasi di Indonesia meningkat cukup signifikan untuk kontribusi dari PDB, yaitu sebesar 4,48% dari tahun sebelumnya sebesar 3,39%.

Namun dia mengimbau pelaku koperasi untuk tidak berpuas diri dulu, karena seharusnya koperasi di Indonesia meloncat ke depan pada dunia yang berada dalam era Revolusi 4.0.

Demikian dikatakan, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ketika memberikan sambutan dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional ke 71 di ICE, Bumi Serpong Damai, Banten, Kamis (12/7/2018).

Menurut Jokowi, saat ini kita berada pada era teknologi, globalisasi dan millennium. Untuk itu  para pelaku koperasi hendaknya memahami hal-hal terkait dengan perubahan ini, seperti Artificial Inteiligence, Big data dan Internet of Things.

Seringkali peraturan atau regulasi pemerintah belum dibuat, perubahan sudah datang. Namun semua pelaku bisnis harus siap agar tidak ditinggal.

“Semua anggota koperasi harus pintar menggunakan  WhatsApp hingga memasang laman di media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter,” pesan Jokowi di hadapan ribuan pelaku koperasi.

Pelaku koperasi harus cerdik memposting dalam media sosial agar banyak yang memberikan “like”. Para pelaku koperasi harus padnai memanfaatkan berjualan melalui e-commerce,.

Platform seperi Lazzada, Bukalapak dan sejenisnya bisa dimanfaatkan. Kalau perlu pelaku koperasi mempunyai media jualan online sendiri.

“Sekali masuk instagram, Facebook, maka itu artinya sudah global, karena internet itu borderless,” kata Presiden.

Lebih jauh, Jokowi berharap agar ke depan satu hingga lima koperasi di Indonesia bisa masuk 300 koperasi secara global.Jokowi memberi contoh koperasi Fontera di Selandia Baru yang beranggotakan 10.500 petani.

“Koperasi itu kini mampu memasok 30% ekspor susu sapi dunia,” ucap Jokowi, seraya meminta pelaku koperasi belajar dari kesuksesan koperasi di negara lain.

Untuk itu diperlukan inovasi,baik dalam mengemas, pemasaran dan kreativitas lainnya. Koperasi adalah tempat belajar untuk semua anggota. Koperasi merupakan sistem ekonomi gotong royong.

Jokowi juga menyinggung kebijakan pemerintah menurunkan pajak UMKM dari 1% menjadi 0.5% agar dimanfaatkan pelaku koperasi dan UMKM.

“Tetapi kalau sudah diturunkan, jangan lupa bayar pajak,” ingatnya.

Jokowi membuka Peringatan Koperasi dengan melakukan pemukulan bedug.

Peringatan Hari Koperasi Nasional ke 71 mengambil tema “Penguatan Koperasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional”. Ketua Dewan Koperasi Indonesia Nurdin Halid, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Koperasi dan UKM AGN Puspayoga memberikan sambutan.

Dalam kesempatan itu pemerintah memberikan penghargaan kepada para Kepala Daerah yang meberikan kontribusi kepada
perkoperasiaan di Indonesia, serta para pelaku koperasi yang memberikan kontribusi dan menjadi inspirasi (Van).

Share This:

Next Post

UKM Kreatif Bandung (10) Cara Remie Menjual Ganyong di Era Milenial

Jum Jul 13 , 2018
BANDUNG—Meneruskan usaha orangtua, tetap harus mempunyai inovasi dan kreativitas.  Hal ini disadari Remie Mayangsari, owner dari Nanamie, sebuah UKM cake dan pastry, ketika ia meneruskan usaha penjualan kue milik ibunya Siti Soliha di kawasan Cisitu Lama. Sang Ibu sudah mulai berjualan kue pada 1994, ketika Remie masih duduk di bangku […]