Jero Tridatu, Gasing Jumbo Setengah Ton

Kontribusi Putu Ardhana melalui karya mahagasing memiliki pesan simbolis yang penting. Hendaknyalah mainan tradisional nan amat populer di masa lampau itu bisa berkelanjutan.

 gasing-jumbo

Oktober kemarin, Komunitas Gasing Indonesia memperagakan khazanah gasing Nusantara. Acara berlangsung di Parkir Sentral, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta (9/10). Menggunakan tajuk Pesta Olahraga-Rekreasi Masyarakat 2016, show of force gasing ini dipanggungkan oleh The Association for International Sport for All (TAFISA) World Sport for All Games, bekerjasama dengan Komunitas Gasing Indonesia.

Sebuah gasing kayu berukuran jumbo tampil sebagai maskot. Wajar saja supergasing ini membetot perhatian publik. Gasing bernama “Jero Tridatu” itu dipamerkan di Sentral Parkir Tengah, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta (9/10). Ukurannya super, tinggi 1,7 meter, diameter 2,5 meter, bobot 400 kg. Bahannya kayu jati Belanda, dengan rangka besi. Agar bisa berputar pada sumbunya, butuh 5–7 orang untuk membetot tambang besar yang dililitkan ke leher gasing.

Sebagai gasing, Jero Tridatu yang bisa berputar selama 25 menit itu luar biasa. Pembuatnya pakar gasing asal Pulau Dewata, Putu Ardhana, Ketua Adat Desa Mundu, Bali. Bersama 10 rekannya, “Kami membuatnya dalam waktu dua minggu dan bekerja siang malam tanpa henti. Kami sudah merencanakannya selama 5 tahun dan baru kesampaian,” ujar Putu. Jika gasing biasa berbahan baku kayu kemuning, merbau, rambai, dan durian; gasing super ini terbat dari kayu jati Belanda, dengan rangka besi.

Pembuatan gasing raksasa ini tidak terlepas dari ide Endi Aras, pendiri Komunitas Gasing Indonesia. “Saya yakin tidak ada negara lain yang membuat gasing sebesar ini. Saya yakin gasing ini bisa menjadi rekor dunia,” kata Putu. Negara lain yang dimaksud adalah Malaysia, Brunei, atau Singapura. Seusai TAFISA Games 2016, gasing raksasa ini akan dibawa dalam setiap pameran Komunitas Gasing Indonesia ke berbagai wilayah di Tanah Air.

Safari komunitas berkeliling Nusantara itu sejalan dengan kebijakan Direktorat Tradisi (Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Mas Esa dan Tradisi, Kemendikbud). Instansi ini antara lain telah menggelar workshop dan pameran permainan rakyat tradisional di Ragunan (tahun 2005), lokakarya gasing Nusantara di Tanjungpinang (2006), uji petik pedoman pertandingan gasing tingkat nasional di Pangkalpinang dan Jakarta (2007), dan sosialisasi pedoman pertandingan gasing tingkat nasional di 8 daerah (2008).

Dalam acara pembukaan Pameran Permainan Rakyat Nusantara, Agustus 2015, Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya meluncurkan sebuah buku Keseimbangan dalam Keberagaman Gasing Indonesia. Ini hasil kerjasama Dit. INDB dengan Endi Aras, pemilik Gudang Dolanan. Ratusan jenis gasing ditampilkan secara menarik berikut deskripsi dan cara pembuatannya. Misalnya, gasing kayu, paku berindu (biji pakis), buah parah, pinang, alumunium, bambu.

Hasrat komunitas gasing menyelenggarakan festival gasing Nusantara belum kunjung kesampaian. Kerja sama proram yang lebih solid dengan Direktorat Tradisi tentu patut lebih ditingkatkan. Komunitas Gasing Indonesia perlu membuhul titik-titik yang bersinggungan langsung dengan fungsi dan tugas pokok Direktorat Tradisi sebagai pelestari (perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan) di bidang kebudayaan.●(dd)

Share This:

Next Post

Lembah-lembah Fantastis di Nusantara

Sel Jan 3 , 2017
Khazanah lembah di haribaan Ibu Pertiwi amat kaya ragam. Ada yang mirip dengan lembah-lembah hebat di dunia. Ada pula yang tak dimiliki di belahan dunia mana pun, selain di sini. Berikut serba sekilas tentang lima lembah menakjubkan di Tanah Air.   Bentangan Pasir Laut di Lembah Baliem Suku Dani dan […]