Jelang Akhir Tahun, Kemendag Waspadai Kenaikan Harga Bawang Merah

Ilustrasi-Foto: Trubus.

JAKARTA—Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengungkapkan bawang merah menjadi salah satu komoditas yang akan diawasi pasokan dan pergerakan harganya. Komoditas ini punya potensi mengalami kenaikan harga hingga akhir tahun lantaran terpapar oleh gangguan iklim.

Untuk itu katanya Kemendag  akan menurunkan tim untuk mengamankan harga dan pasokan barang kebutuhan pokok penting (bapokting) yang berpotensi mengalami kenaikan harga pada periode Natal dan Tahun Baru, seperti bawang merah.

 “Kemarau panjang diproyeksikan berdampak pada produksi bawang merah kami terus memantau  pergerakan harganya supaya tidak merugikan konsumen jelang periode Natal dan Tahun Baru,” kata Agus di kantornya, Jakarta, Rabu (13/11/19).

Lanjut dia, selain bawang merah pemantauan juga akan dilakukan kepada komoditas lain seperti beras, daging ayam dan sapi, gula, minyak goreng, cabai dan bawang putih. Namun sejauh ini dari laporan yang masuk harga bapokting masih aman.

“Guna memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha dan pemerintah daerah, Kemendag akan melakukan rapat koordinasi daerah (rakorda) di 15 provinsi di seluruh Indonesia,” ucap dia.

Provinsi tersebut adalah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, Papua Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Bali.

Selain itu, Kemendag akan melakukan pemantauan di 121 pasar yang ada di ima belas provinsi tersebut pada 16-20 Desember 2019.

Share This:

You may also like...