Jalur Cepat Menembus Pasar Ekspor

Kini ada cara praktis untuk memasarkan produk-produk olahan hortikultura dari pelaku UKM di pasar global. Perusahaan ritel terbesar di Singapura siap menampung produk tersebut.

Sebagian besar produk UKM Indonesia masih sangat sulit untuk menembus pasar ekspor. Namun, kerjasama ASPEHORTI (Asosiasi Pengolah Hasil Hortikultura Indonesia) dengan My Outlet Pte. Ltd dari Singapura dapat segera mewujudkan harapan UKM Indonesia, khususnya mereka yang memiliki produk olahan hortikultura.

Hal ini terlihat pada pameran Food and Kitchen yang berlangsung mulai 26-30 Juni 2014 di Exibition Hall-Suntec City Singapura, dimana keripik buah-buahan dari Malang sangat diminati oleh pengunjung. Selain itu produk kue kelapa (coconut cracker) dari Bandung serta kacang madu dari Kalimantan Tengah, keripik singkong dan keripik tempe dari Tangerang juga diserbu pembeli.

Pihak My Outlet yang berinisiatif menyertakan produk Indonesia ini khusus membangun stand Indonesia pada pameran ini. Mereka optimis produk UKM Indonesia dapat menembus pasar Singapura dan Asia. Berbagai jenis keripik dan kacang-kacangan menurut mereka cocok dengan selera pada umumnya penduduk Singapura dan harganya dapat bersaing.

Pada pameran ini, My Outlet Pte.Ltd sebuah perusahaan jaringan retail yang memiliki gerai retail di Singapura, China dan Korea ini segera memesan 1 kontainer keripik-keripik dari Indonesia, seperti keripik tempe, keripik singkong aneka rasa yang diproduksi dari Indonesia.

Sebelum event pameran ini digelar, pihak My Outlet telah dua kali berkunjung ke Indonesia, yakni pada 2 Mei 2014 menghadiri undangan dari Kementerian Pertanian pada pameran terbatas produk-produk ASPEHORTI di Pusat Informasi Agribisnis dan pada 19 Juni 2014 pada event Rapat Nasional ASPEHORTI sekaliigus peresmian rumah kemasan bantuan pemerintah pusat (Kementan RI) di Mataram Provinsi NTB.

Dukungan Kementerian Pertanian sangat besar, dimana pada setiap kesempatan Wamen Pertanian-Rusman Heriawan dan Dirjen PPHP-Emilia Harahap selalu menerima delegasi My Outlet.

Pada setiap event pertemuan dengan Kementan dan ASPEHORTI, My Outlet melakukan business matching dengan UKM Pengolahan Produk Pertanian. Kira-kira dari 300 jenis produk pangan olahan UKM Indonesia yang sempat mereka lihat dan rasakan, terdapat 99 produk yang dipesan oleh My Outlet sebagai sampel yang dibeli oleh mereka.

Pada perkembangan terakhir, sampai acara pameran tersebut berlangsung, mereka merekomendasikan sekitar 25 jenis produk untuk ditindaklanjuti dengan perbaikan kemasan (baik dari sisi disain estetika maupun fungsi pengamanan produk dan food security labeling). Catatan lain adalah dari sisi harga, produk Indonesia harus bisa bersaing dengan produk serupa dari UKM Malaysia dan Thailand yang telah lebih dahulu membanjiri pasar Singapura.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam MoU yang ditanda tangani di Mataram antara ASPEHORTI, PT Rumah Pikat dan My Outlet. Perlu diketahui bahwa AEPEHORTI dan PT. Rumah Pikat sebelumnya telah melakukan MoU dalam pemasaran produk pada 19 Maret 2014 disaksikan oleh Menteri Pertanian.

My Outlet sebagai perusahaan jaringan retail consumer goods memiliki concern pada pengembangan produk halal dan UKM. Diferensiasi ini menjadi strategi daya tarik bagi gerai My Outlet yang terdapat di tempat-tempat strategis di tengah-tengah pusat pemukiman masyarakat Singapura. Keunikan dan aneka ragam produk UKM termasuk dari Indonesia dipajang sedemikian rupa sebagai ikon MY Outlet.

Selain itu mereka juga memasang harga yang kompetitif sehingga sesuai dengan tag line mereka “Direct Factory Price ” bagi produk-produk UKM dari Thailand, Malaysia dan Indonesia. Selain itu mereka berobsesi mengembangkan Halal Hub di Singapura untuk kemudian melakukan reseller ke seluruh dunia.

Ronnie Tan, Managing Director MY Outlet tertarik mengembangkan Pusat Produk Halal UKM (SME’S Halal Food Hub). Menurutnya inisiatif itu datang dari salah satu direktur mereka yakni Malek Mattar dan sebagai businessman dia menilai hal ini merupakan tantangan yang menarik. “Kami menerima tantangan itu dan segera melakukan konsolidasi dan mendukung Pusat Produk Halal UKM,” ujarnya.

Dia juga mengundang pelaku UKM Indonesia yang memproduksi pangan olahan halal untuk bekerjasama dengan My Outlet. “Kami mengajak para mitra UKM untuk bergabung bersama,” ujarnya.

Bagi Ronnie Tan dan tim, mereka sangat berharap atas kesuksesan kerjasama antara pihak Indonesia dan Singapura. Direktur MY Oulet yang lain, Malek Mattar berharap usaha ini juga dapat membantu pemerintah Indonesia dalam mengembangkan produk pertanian.

Share This: