Jalankan Tri Dharma di Koperasi

Berpengalam sebagai staf pengajar Universitas Muhammadyah Makassar, Andi Harnas memahami Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia menfasirkan ada berbagai cara untuk menjalankan prinsip pengabdian masyarakat dan mengabdi untuk negeri, di antaranya bergabung dengan koperasi.

“Ternyata benar untuk mengabdi tidak selalu melihat dari perspektif kemewahan dan finansial. Koperasi telah mengajarkan saya bahwa UKM dan masyarakat berpenghasilan rendah atau miskin harus diperhatikan dan diberi pendampingan jika ingin meningkatkan taraf hidupnya,” ujar Manajer Bisnis Development KSPPS Bakti Huria Syariah ini.

Harnas bergabung dalam bisnis Koperasi khususnya Bakti Huria sejak 2013 dan sudah menghadapi berbagai tantangan. Masyarakat masih banyak yang menganggap koperasi sebagai bisnis pinggiran, kumuh dan serba tradisional.

Selain itu sejumlah koperasi atau badan hukum berkedok koperasi tidak bertanggung jawab menyalah gunakan dana anggota. Hal ini menyebabkan koperasi tidak lagi memiliki reputasi baik di kalangan masyarakat

“Hal ini menimbulkan trauma di masalalu yang output-nya kepercayaan masyarakat untuk bergabung menjadi anggota sangat rendah. Padahal pada hakekatnya koperasi hanya bisa tumbuh dan berkembang menjadi besar jika didukung oleh loyalitas dan partisipasi anggota yang aktif,” papar pria yang mengenyam pendidik magister ini.

Masyarakat masih ada yang melihat kemampuan koperasi untuk memberikan layanan kepada anggota sangat terbatas. Sehingga koperasi belum dianggap sebagai bisnis yang menjanjikan dan menarik.

“Keterbatasan Permodalan tentu bukan hal yang lumrah dalam pengembangan bisnis koperasi untuk peningkatan performa layanan dan bisnis. Sehingga dibutuhkan kolaborasi dan sinergitas antar koperasi maupun lembaga lainnya agar koperasi untuk tetap bertahan,” tutup lajang berusia 29 tahun ini.  (Irvan)

Share This: