Jahe Merah Laer Cilegon Melanglang Buana hingga Rusia

Sri Titin Supadmi (tengah)-Foto: Istimewa.

CILEGON-–Tiga belas tahun sudah produk minuman Jahe Merah Laer berkibar tidak saja di Provinsi Banten, tetapi juga seluruh Indonesia,  tetapi juga sudah mengikuti sejumlah pameran sekaligus juga dipasarkan di luar negeri seperti Jepang, Rusia dan berapa negara Timur Tengah.

“Alhamdullilah usaha kami maju. Di dalam negeri produksi kami tersedia di Hypermart, Carrefour dan Lottemart,” ujar pemilik Laer, Sri Titin  Supadmi ketika dihubungi Peluang, Senin (24/6).

Setiap bulan Laer yang berbasis di Cilegon ini mampu mengolah 2 hingga 3 ton jahe merah dengan omzet Rp75 hingga 100 juta rupiah. Titin mengaku dibantu oleh delapan orang karyawan.  

Ketika ditanya untuk peluang ekspor Titin menyebutkan kemampuan UKM-nya hanya mampu 50 dus per bulan. Terakhir Laer mengekspor jahe merah ke Qatar.  

Titin mengaku sebetulnya sudah ada pihak yang menawarkan bantuan untuk ekspor dan mengembangan bisnisnya, namun memakai nama  yang memberikan bantuan.  Sekalipun jumlah bantuan yang ditawarkan mencapai Rp1 miliar, tetapi Titin memilih menjaga brand dan kepercayaan mitra yang membinanya sebagai UKM.

“Ya, lebih  baik untung tidak besar, tetapi menjaga nama dan kepercayaan dan itu langgeng,” kata Titin.

Pameran di Moskow-Foto: Istimewa.

Dia memulai bisnisnya pada 2006 dengan modal Rp5 juta.  Mulanya Titin dengan sekitar sepuluh anggota kelompoknya membuat minuman ini dengan cara manual, parutan biasa.  Titin kemudian ikut  program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL)  dari PT Krakatau Steel. 

Usahanya kemudian terus berkembang dan sebagai UKM, Laer mendapat dukungan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon, Dinas Perdagangan Provinsi Banten hingga Kementerian Perdagangan.

“Saya harus menjaga kepercayaan semua mitra saya,” tutup dia (Irvan Sjafari)

Share This:

You may also like...