Jadi Inspirator Koperasi

Bergabung dengan Koperasi Makmur Mandiri sejak 1 Juli 2009, menjadikan Sri Mulyani sebagai salah satu karyawan terlama. Manajer KMM Kota Depok ini masih mengingat, ketika dia masuk hanya ada beberapa kantor cabang. Kini hampir di seluruh provinsi di Indonesia ada cabangnya.

“Mulanya saya menjadi staf administrasi lalu menjadi staf kasir pada 2012, kemudian Pak Ketua mempercayai saya menjadi manager pada 1 November 2013,” kenang Sri Mulyani.

Dia juga dipercaya untuk menjadi koordinator wilayah Depok-Bogor pada 2017, memimpin lima cabang, selain Depok, Kota Bogor, Gunung Putri, Cibinong dan Jonggol.  Selama dia memimpin, Sri Mulyani mentargetkan pendapatan sebulan minimal Rp90 juta dan setahun Rp1 miliar. Dari jumlah itu, dia memenuhi tekadnya minimal 90 persen dari target yang ditetapkan.

“Alhamdullilah, Cabang Depok juga memberikan SHU terbesar pada anggota sebesar Rp112 juta untuk Januari 2021, dan terbesar di antara lima cabang,” ungkap Sri Mulyani.

Perempuan kelahiran Semarang ini mengaku menjalin komunikasi intensif dengan Dinas Koperasi sebagai salah satu caranya sukses membesarkan cabang KMM yang dipimpinnya.  Waktu masa awal anggota hanya 426 orang dan koperasi lain sekira seribu orang. Kini anggota mencapai 1.115 orang.

Berkat komunikasi itu, alumni manajemen Keuangan STIE Srikubank Semarang ini  mengetahui dari  koperasi lain bagaimana melayani pedagang atau pelaku UKM, yang  di Depok segmen yang potensial. Dia pun gencar mempromosikan program dari KMM untuk pedagang, yaitu Muri, ternyata program efektif mendongkrak anggota, kini 80%  anggota adalah pedagang.  Sementara di cabang lain adalah orang kantoran. 

Pinjaman Muri di Depok menjadi dominan sebab banyak orang terkena PHK, hingga beralih menjadi pelaku usaha.  (Irvan)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *