IPB Latih 90 Kepala Sekolah SMK untuk Cetak CEO

ilustrasi-Foto Humas: IPB

BOGOR—Direktorat Kemitraan Dunia Usaha dan Dunia Industri-Kemendikbud bersama Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor menggelar pendidikan pelatihan yang dikuti 90 Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Diklat dengan tajuk peningkatan kapabilitas dan manajerial Kepala SMK Berbasis Industri ini dilaksanakan di IPB Internasional Convention Center Bogor (IICC), (1-17/11).

Dekan FEM IPB Prof Dr Nunung Nuryartono menjelaskan bahwa diklat ini diselenggarakan secara bersama oleh lima perguruan tinggi termasuk IPB adalah salah satunya. Pesertanya adalah kepala SMK seluruh Indonesia yang telah melalui seleksi. Total terdapat 450 kepala sekolah yang terseleksi dan 90 orang diantaranya difasilitasi IPB untuk diberikan pelatihan.

SMK memiliki potensi yang sangat besar saat kepala sekolahnya memiliki pandangan mau mentransformasi SMK untuk bisa lebih maju. SMK menjadi pilar keterkaitan antara dunia industri dan dunia kerja.

“Kepala sekolah perlu dibekali perubahan cara pandang bagaimana meningkatkan kapasitas SMK,” ujar Nunung dalam keterangan persnya, Jumat (6/11/20).

Menurutnya kepala sekolah harus memiliki perspektif yang lebih luas agar bisa membawa gerbong SMK-nya memiliki lulusan dengan keterampilan yang siap diserap industri. Karena itu pada diklat ini peserta diberikan materi yang cukup beragam. Mulai dari komunikasi, skill negosiasi, hingga materi tentang manajemen mitigasi risiko.

“Kita membekali mereka untuk menjadi dan mencetak CEO yang handal, karenanya kemampuan dalam melakukan pengelolaan, direction dan eksekusi menjadi ukuran,” tuturnya.

Diklat luring di Bogor ini merupakan bagian dari rangkaian panjang. Setelah mendapat ilmu dari kegiatan ini, para kepala sekolah diberikan waktu untuk membuat Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) di masing-masing daerahnya.  Staf pengajar IPB akan dilibatkan sebagai pendamping.

“Nantinya kepsek menyusun RPS dimana dosen bertugas sebagai coach. Masing-masing kelompok berisi lima orang. Setelah itu, mereka nanti akan kembali lagi ke Bogor untuk mempresentasikan hasilnya lalu akan diuji karena kita akan berikan semacam sertifikat pelatihan. Lulus tidaknya tergantung bagaimana mereka nanti menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan,” papar dia.

Untuk lebih mendekatkan dengan dunia industri, kepala sekolah juga difasilitasi untuk bertemu dengan CEO-CEO. Kepala sekolah selaku chief education officer bertemu dengan chief executive officer untuk mendapatkan insight yang lebih besar.

Klaster SMK yang menjadi peserta itu ada yang pariwisata, pertanian, teknik dan tata boga. Maka pihaknya mencoba memfasilitasi pertemuan dengan CEO-CEO sesuai klaster keahlian SMK.

“Misalnya untuk tata boga yang dekat dengan Bogor, kita telah hubungi CEOnya Hotel Salak. Selain itu juga kita undang CEO dari dunia perbankan agar pada saatnya mereka perlu komunikasi dengan dunia keuangan menjadi lebih mudah,” tutup dia.

Share This: