INVICTUS

“Keling Kumang !…..Invictus.”

“Invictus!…Keling Kumang.”

“Adakah Keling Kumang didadamu ? …Ada.”

“Mana dia ?”

“Ini dia…  ini dia … ini dia…. huh..!’

Yel yel yang disambut dengan sahutan bergemuruh itu dilantangkan oleh Valentinus seraya mengepalkan tangannya ke udara. Chief Executive Officer Credit Union Keling Kumang (CUKK) dari kalangan milenial itu tampak enerjik dan bersemangat saat menyampaikan perkembangan usaha koperasi yang dikelolanya sepanjang tahun 2019.

“Hari ini kita tengah membuat sejarah, tidak saja kita sudah berhasil menyempurnakan layanan digital melalui launching ATM non kartu dan Virtual Account, tapi di tahun 2019 Keling Kumang juga sudah mampu memberikan pinjaman kepada anggota tembus Rp1 triliun,” tutur anak muda yang mulai memimpin sejak 2016.

Perihal yel-yel invictus yang lantang itu, aku Valens adalah nilai inti yang ditanamkan kepada setiap anggota CUKK yang hingga akhir tahun lalu sudah lebih dari 180 ribu orang. Invictus memang dikenal lantaran pernah menjadi judul sebuah film drama tentang Afrika Selatan di tahun 2009. Frasa ini juga melekat pada julukan dewa bangsa Romawi dan dalam bahasa Latin sebagai “Tak Terkalahkan.”  Kebetulan frasanya sama, tukas Valens yang kini merupakan generasi muda penerus di CUKK.

Bersama dirinya CUKK kini dikelola dengan melibatkan lebih dari 500 orang generasi muda. Invictus di CUKK adalah nilai-nilai inti yang lahir dari proses kajian yang panjang. Nilai inti singkatan dari Integrity (Integritas), Network (Berjaringan), Value Creation (Penciptaan Nilai), Innovation (Inovasi), Credibility (Kredibilitas), Togetherness (Kebersamaan), Unity (Kekompakan), dan Speed (Kecepatan). Seperti ditegaskan Valens nilai inti tersebut tak asal comot tapi ia lahir dan digali dari  nilai-nilai luhur Komunitas Rumah Betang. Proficiat Keling Kumang.  (Irsyad Muchtar)

Share This:

You may also like...