Investor Grab & Tokopedia Tekor Rp133 T

INVESTOR Grab dan Tokopedia, Softbank Group, mencatat rugi bersih tahun fiskal 2019 sebesar US$8,9 miliar/Rp133,5 triliun (asumsi Rp15.000/US$). Kenapa? Terimbas pandemi dan kesalahan investasi di startup co-working space WeWork. Angka ini lebih besar dari proyeksi sebelumnya sebesar US$8,4 miliar. Saat itu, manajemen sudah mengingatkan investor terkait kondisi ‘pasar yang memburuk’.

Divisi investasi SoftBank, termasuk Vision Fund, menyebut telah mendanai para startup unicorn dunia yang terkena dampak buruk dari pandemi covid-19. Divisi ini melaporkan kerugian operasional ¥1,36 triliun atau setara US$12,6 miliar. Hanya saja, “Bila pandemi corona terus berlanjut, akan terjadi ketidakpastian pada bisnis investasi selama satu tahun fiskal berikutnya”.

Fakta suram tersebut akan memberi tekanan tambahan bagi pendiri SoftBank, Masayoshi Son. Pasalnya, selama ini ia dikenal sebagai ‘sinterklas’ yang gemar mengguyur dana dalam jumlah besar pada startup unicorn dunia lewat Vision Fund. Tak kurang dari US$100 miliar ia kucurkan dana kelolaan. Kebijakan ini pun tak luput dari dikritik. Soalnya, beberapa kali Masayoshi berspekulasi kelewat berani menyuntikkan dana besar bagi startup dengan model bisnis tak jelas.

Kini SoftBank harus berurusan dengan WeWork. Masayoshi mengakui keputusannya berinvestasi di WeWork  sebagai sebuah kebodohan. Anjloknya valuasi startup ini juga menjadi salah satu faktor penyebab SoftBank rugi besar. “Bodoh sekali saya berinvestasi di WeWork. Saya salah,” ujar Masayoshi Son seperti dilansir Business Insider.

WeWork awalnya merupakan anak emas SoftBank. Perusahaan investasi asal Jepang ini royal menyuntikkan dana ke perusahaan demi mengejar pertumbuhan bisnis. Namun kemudian diketahui perusahaan memiliki masalah tata kelola yang membuat investor pasar modal enggan berinvestasi di startup ini. WeWork hampir bangkrut ketika gagal melantai di bursa saham Amerika Serikat dan terjebak dalam kebiasaan bakar uang. Untuk menyelamatkan perusahaan, SoftBank memberi dana talangan dan diperkirakan telah menyuntikkan dana hingga US$18,5 miliar atau setara Rp277,5 triliun. Per Maret 2020, valuasi WeWork sudah jatuh ke US$2,7 miliar. Desember 2019, valuasinya US$7,3 miliar. Sebelum IPO, valuasi perusahaan ditaksir US$49 miliar.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *