Investasi Bodong Memakai “Payung” Koperasi

Beberapa waktu terakhir, santer diberitakan soal kasus penawaran investasi yang ternyata bodong dilakukan oleh perusahaan yang mengatasnamakan diri sebagai koperasi. Ironisnya kasus yang sama terjadi berkali-kali dan seperti layaknya ulangan dari kasus serupa tahun lalu. Sayangnya pemerintah belum juga mengambil tindakan yang tegas terhadap oknum-oknum yang telah menyelewengkan koperasi itu. Citra koperasi jadi semakin buruk bahkan banyak yang alergi ketika mendengar koperasi.

 

Padahal pemerintah sejak lama sudah gencar mengajak dan mendorong masyarakat berkoperasi. Lalu apa yang dilakukan pemerintah untuk menindak koperasi yang menyalahi UU Perkoperasian dengan menawarkan investasi kepada masyarakat yang bukan anggotanya dan menghimpun dana masyarakat dalam jumlah yang besar?

 

Saya meminta Majalah PELUANG sebagai salah satu media yang menaruh perhatian besar terhadap perkoperasian mampu mendorong pemerintah untuk mengambil sikap yang tegas. Kalau bisa Majalah PELUANG memuat soal berita investigasi tentang oknum-oknum yang menyelewengkan badan hukum koperasi tersebut. Jangan lupa juga untuk selalu mengingatkan masyarakat agar tidak terjerumus dan terhasut pada investasi bodong yang biasanya memberikan iming-iming imbal hasil yang tidak masuk akal. Terima kasih.

 

  1. Untung Surapati

Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Share This: