InnoXJogja 2020 Targetkan StartUp Baru

Ilustrasi-Foto:BeritaNet

YOGYAKARTA—Block71 Yogyakarta bersama Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar InnoJogja 2020 pada 17-20 November 2020.  Perhelatan ini adalah festival dan showcase inovasi dan teknologi virtual berskala terbesar pertama di Yogyakarta. Gubernur DIY Sri Sulatan Hamengku Buwono X  membuka secara daring  acara ini.

Pada sambutannya, Sri Sultan mengatakan bahwa terselenggaranya InnoXJogja ini merupakan titik awal kemajuan inovasi dan teknologi dalam berbagai bidang, antara lain bidang pertanian, kesehatan, sosial, dan kebudayaan.

“Di masa depan, secara pelan tapi pasti, dalam kita bekerja sudah tidak memerlukan kantor lagi, tetapi bisa dikerjakan di rumah atau di mana pun kita berada,” ujar Sri Sultan, Selasa (17/11/20).

Menurut Sultan, dengan adanya teknologi, di masa depan dimungkinkan perkotaan akan secar berangsur ditinggalkan sebagian penghuninya untuk pindah ke desa. Akan ada masanya saat terjadinya tren perpindahan dari urbanisasi ke ruralisasi.

“Dampak positifnya, desa akan berkembang, karena terbangunnya ekosistem teknologi dan inovasi di sana. Dalam hal ini, saya berharap Yogyakarta bisa mengambil peran sebagai aktor utama dalam pioneering pemajuan teknologi dan penemuan inovasi tersebut,” kata Sri Sultan.

Kemajuan teknologi dan inovasi merupakan tantangan masa depan yang perlu diberikan ruang dan iklim yang kondusif bagi pengembangannya.

Dalam pandangan Sri Sultan, hal tersebut harus direncanakan dan diantisipasi dengan baik, agar menjadi solusi yang dapat digunakan sebagai wahana peningkatan kesejahteraan, keunggulan serta kemandirian daerah dan bangsa dalam persaingan teknologi dan ekonomi global.

Sri Sultan turut mengapresiasi atas terselenggaranya event yang juga bekerja sama dengan NUS Enterprise dan Salim Grup tersebut.

“Saya menyambut baik dan mengapresiasi Festival Inovasi dan Teknologi ini. Dengan harapan, dapat menjadi ajang munculnya ide-ide segar yang built-in dalam teknologi dan inovasi guna mendorong lahirnya start-up business,” tambah Ngarsa Dalem.

Sri Sultan berharap, aplikasi-aplikasi yang ditemukan selanjutnya bisa memberikan manfaat bagi orang banyak. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan akhir keistimewaan DIY akan lebih cepat tercapai.

“Demikian juga, kemajuan teknologi yang ada harus paralel dan punya kapasitas menindaklanjuti inovasi, untuk kemudian tercipta teknologi baru yang berkelanjutan,” imbuh Sri Sultan.

Di samping Sri Sultan, pada agenda pembukaan tersebut, Professor Freddy Boey, Deputy President (Innovation & Enterprise), National University of Singapore dan Mohamed Salim, Executive Director of Salim Group juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya InnoXJogja.

Agenda InnoXJogja yang mengangkat tema “Bridging Indonesia’s Tech Community to Asia” ini sendiri digelar secara daring yang terdiri dari beragam sesi seperti Diskusi Panel, Bincang Santai, dan Eksibisi.

Sebanyak 2.000 peserta yang berasal dari sektor pemerintahan, investor, institusi pendidikan, dan perusahaan turut berpartisipasi.

Adapun selama empat hari pelaksanaan, InnoXJogja akan menghadirkan tak kurang dari 30 pembicara di antaranya sebagai berikut:

1. Gusti Kanjeng Ratu Hayu, Penghageng Tepas Tandha Yekti, Keraton Yogyakarta

2. Muhammad Iman Usman, Co-Founder & Chief Product Officer, Ruangguru

3. Rony Primanto Hari, Head of Communication and Informatics, DIY

4. Cheah Sui Ling, Operating Partner, Wavemaker Partners

5. Chandra Firmantol, Managing Partner, Indogen Capital

6. Eko Seno Prianto, General Manager of Business Incubation, Telkomsel

7. Budiman Wikasa, Head of Startup Ecosystem, Amazon Web Services (AWS)

8. Arip Tirta, Commissioner, BRI Ventures

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *