Inilah 10 Karnaval Paling Direkomendasikan

Karnaval di Indonesia nyaris tak terhitung jumlahnya na- mun ada sejumlah karnaval unik yang layak dikunjungi karena telah masuk dalam kalender wisata tahunan yang paling direkomendasikan.

Jangan pernah lewatkan karnaval-karnaval berikut:

  1. Jember Fashion Carnaval (JFC)

Waktu penyelenggaraan: Agustus.

Jember Fashion Carnaval awalnya hanya pekan mode sederhana yang diadakan di alun-alun kota. Desainer sekaligus pendidik di bidang fesyen, Dynand Fariz, membawa napas segar bagi perhelatan ini. Ia mengubah pekan mode yang awalnya biasa menjadi karnaval terbesar ke empat setalah Mardi Grass di New Orleans di Amerika Serikat, Rio De Jeneiro Carnaval di Brazil, dan Fastnatch Koln di Jerman.

Sebanyak 400 an peserta berkarnaval, ber-fashion run way dan dance, di jalan utama kota Jember disaksikan oleh ratusan ribu penon- ton di kanan dan kiri jalan. Mereka terbagi dalam 8 defile yang masing- masing defile mencerminkan tren busana pada tahun yang bersang- kutan. Defile pertama adalah defile Archipelago yang mengangkat tema busana nasional dari daerah tertentu secara berkala seperti Jawa, Bali, Sumatera, dan seterusnya. Defile lainnya mengangkat tema fashion yang sedang trend apakah dari suatu negara, kelompok tertentu, film, ke- jadian atau peristiwa global lainnya. Semua busana dibuat dalam bentuk kostum yang kesemuanya dikompetisikan untuk meraih penghargaan- penghargaan. Arena yang digunakan untuk menggelar JFC adalah jalan utama Kota Jember sepanjang 3,6 kilometer.

 

  1. Solo Batik Carnival

Waktu penyelenggaraan: Juni.

Sebagai kota dengan julukan Kota Batik sewajarnya Solo memiliki perhelatan akbar terkait batik yang tersohor di mata Indonesia maupun dunia. Oleh karena itu, sejak 2008 digelarlah sebuah perhelatan akbar bertajuk Solo Batik Carnival (SBC). Gelaran tahunan ini diselenggarakan oleh Solo Center Point dan Pemerin- tah Kota Surakarta.

Pada awal pelaksanaannya, Solo Batik Carnival selalu dilakukan pada siang hari. Namun mulai tahun ke-4 Solo Batik Carnival dilaksanakan pada malam hari. Kostum berbahan utama batik yang mewah dan megah serta sorotan lampu warna-warni menjadikan gelaran Solo Batik Carni- val semakin istimewa. Tak heran jika ribuan penonton berdatangan dari berbagai tempat dan memadati jalan yang dijadikan sebagai lokasi parade. Tanggal pelaksanaan Solo Batik Car- nival selalu berganti tiap tahunnya, namun mulai tahun 2009 Solo Batik Carnival selalu dilaksanakan pada Juni.

Setiap tahunnya, Solo Batik Carnival mengusung tema yang berbeda mulai dari “Topeng”, “Sekar Jagad”, hingga “Keajaiban Legenda”. Tema-tema tersebut kemudian diter- jemahkan melalui kostum rancangan peserta yang unik dan kreatif. Corak batik klasik dipadukan dengan batik kontemporer dan dihiasi dengan manik-manik serta mahkota men- jadikan kostum makin semarak. Tak heran jika saat mengikuti Chingay Festival di Singapura, delegasi Solo Batik Carnival mendapat apresiasi meriah dari penonton. Saat ini Solo Batik Carnival terus berbenah diri guna menjadi salah satu karnaval yang diperhitungkan di kancah inter- nasional.

 

  1. Parade Ogoh-ogoh

Waktu penyelenggaraan: Maret (Satu hari sebelum Nyepi)

Umat Hindu Bali memiliki tradisi se- belum pelaksanaan Hari Raya Nyepi. Setidaknya ada tiga ritual yang biasa dilakukan dan salah satunya adalah parade ogoh-ogoh.

Ogoh-ogoh merupakan boneka berukuran besar yang menjadi simbol roh jahat. Oleh sebab itu ogoh- ogoh umumnya berwujud raksasa berwajah seram. Di Bali sendiri pa- rade ogoh-ogoh biasa dilaksanakan pada malam hari di beberapa daerah. Setiap banjar (desa) akan membuat ogoh-ogoh yang kemudian diarak keliling jalan. Sepanjang jalan yang dilewati parade akan ditutup hingga parade berakhir sekitar pukul 00:00 WITA. Usai parade, masyarakat harus kembali ke rumah atau penginapan masing-masing, dan ritual Nyepi pun dimulai.

Selain di Bali, parade ogoh-ogoh juga rutin digelar di Jakarta. Perwakilan pura dan komunitas pemuda Hindu di Jakarta membuat ogoh- ogoh untuk kemudian dilombakan. Sebelum diarak, seluruh peserta bersama ogoh-ogoh buatan mereka ber- kumpul di komplek Monas. Setelah pengumuman pemenang ogoh-ogoh terbaik, parade dimulai mengelilingi Jalan Medan Merdeka.

 

  1. Tegal Batik Carnival

Waktu penyelenggaraan: April

Tegal Batik Carnival diadakan setiap bulan April dalam rangka merayakan hari jadi Kota Tegal. Karnaval yang diadakan sejak tahun 2012 ini mengusung   tema berbeda dalam setiap pelaksanaannya. Tema tahun ini adalah Go Green. Selain un- tuk merayakan hari jadi kota Tegal, karnaval batik ini juga mengemban misi khusus untuk memperkenalkan koleksi batik Tegalan dalam rupa rancangan busana.

Motif batik Tegalan umumnya didominasi warna cokelat tua dan muda, namun dalam Tegal Batik Carnival, busana para peserta didesain sekreatif mungkin sehingga tampak semarak karena berpadu dengan ornamen tambahan yang berwarna cerah, serperti hiasan kepala dan selendang yang menjuntai.

Total peserta karnaval yang ter- libat mencapai 400 orang. Mereka menempuh jarak 3 kilometer dari DPRD Tegal menuju alun-alun kota.

 

  1. Kuta Carnival

Waktu penyelenggaraan: Oktober

Kuta Karnaval ialah acara tahunan yang kerap dinantikan oleh turis asing maupun domestik yang berkunjung ke Bali, khususnya Pantai Kuta. Karnaval ini biasanya diadakan di sepanjang Pantai Kuta yang indah dan eksotis yang diisi dengan berbagai kegiatan menarik. Sehingga tak mengherankan kalau dalam setiap pagelaran festival akbar ini mengundang banyak pendatang untuk menyaksikan kemeriahan seni dan budaya khas Bali yang kental dan tentunya tak dapat ditemui di tempat lain.

Pembukaan Kuta Karnival akan menyuguhkan berbagai macam tarian dengan melibatkan ratusan penari. Ada juga prosesi Ogoh-Ogoh dan beragam atraksi menarik lainnya yang akan melibatkan dan menarik perhatian ribuan orang.

Berbagai acara dan kegiatan menarik yang akan digelar 5 hari di sepanjang Pantai Kuta dimulai dari upacara pembukaan yang me- riah sampai penutupannya. Pastikan anda menikmati Sunset Culture Parade, Turtle Release and Paddle for Peace, Bali Culture Show, Bali Food Festival, Kite Festival, Beach sport Competition, Surfing Contest, pagelaran musik, dan masih banyak lagi. Kesemuanya adalah paket wisata dan atraksi budaya yang akan memanjaka n dan menyedot perhatian wisa- tawan dari ber- bagai kalangan baik lokal maupun internasional. Kuta Karnival pertama kali digelar tahun 2003 pasca meletus- nya Bom Bali pada 2002.

 

  1. Jakarnaval

Waktu penyelenggaraan: Juni saat HUT DKI Jakarta

Suatu Parade atau karnaval budaya yang di selenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta setiap tahunnya, parade ini di buat dalam rangka memeriah- kan hari jadi kota DKI Jakarta. Jakar- naval setiap tahunnya selalu menghadirkan beragam kesenian budaya dalam kota, diantaranya Ondel-ondel dan kesenianian budaya lainnya. Bukan hanya kesenian dalam kota saja, Jakarnaval juga dihadiri kesenian-kesenian luar kota dan komunitas-komunitas. Jakarnaval tiap tahunnya selalu berha- sil membuat warga Jakarta ikut memeriahkan HUT DKI Jakarta.

Dari tahun ke tahun Jakar- naval   diikuti oleh peserta-peserta dari siswa-siswa SMA yang ada di wilayah kota DKI Jakarta dan juga oleh Balai Latihan Kerja (BLK). Material yang digunakan untuk karnaval adalah barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai namun dengan kreativitas yang tinggi disulap men- jadi karya seni yang memukau penonton karnaval.

 

  1. Festival Seribu Topeng

Waktu penyelenggaraan: 29 April (Hari Tari Dunia)

Dalam rangka merayakan Hari Tari Dunia yang diperingati setiap 29 April, warga Malang menyeleng- garakan Festival Seribu Topeng. Sebanyak 44 grup yang berasal dari berbagai sekolah di kota Malang berpartisipasi memeriahkan festival ini. Diperkirakan total peserta yang terlibat mencapai 1200 orang.

Setiap   grup berlomba me- nampilkan pertunjukan tari yang pal- ing baik. Aspek penilaian yang menjadi pertimbangan juri cukup banyak, diantaranya meliputi keserasian gerak, harmonisasi, dan dinamika. Festival Seribu Topeng di Malang juga diadakan dalam rangka memperingati Hari Musik Nasional yang jatuh satu bulan sebelumnya, yakni pada 9 Maret.

1000 topeng merupakan simbol 1000 wajah atau 1000 karakter yang menjadi ciri keragaman masyarakat dan budaya di Indonesia. Festival ini juga menjadi bagian dari program Tri Bina Cita yakni menjadikan Malang sebagai kota pendidikan, pariwisata, dan industri.

 

  1. Festival Teluk Jailolo

Waktu penyelenggaraan: Mei

Festival Teluk Jailolo sudah digelar untuk keenam kalinya. Tahun ini, festival yang memilih tema berbeda tiap tahunnya tersebut menyuguh- kan berbagai macam acara puncak di antaranya drama musikal yang dipertunjukkan dari panggung yang mengambang di laut. Drama musikal tersebut biasanya melibatkan ratusan masyarakat yang berkolaborasi dengan seniman-seniman terkenal.

Festival Teluk Jailolo tak hanya menawarkan kemeriahan di atas panggung, wisatawan yang   hadir juga bisa menyelami pesona alam Teluk Jailolo sebab selama festival berlangsung akan digelar kegiatan- kegiatan alam seperti fun diving, lomba renang, lomba dayung, lomba mancing, dan ekspedisi burung bidadari.

 

  1. Festival Lembah Baliem

Waktu penyelenggaraan: Agustus

Festival khas Papua ini berakar kepada kepercayaan suku-suku lokal bahwa perang bukan hanya konflik keuasaan dan kepentingan, tetapi juga simbol kesuburan dan kemakmuran. Sejak 20 tahun lalu, pemerintah daerah telah menekankan penting- nya perdamaian antara suku-suku yang   berperang untuk mencegah balas dendam berkepanjangan dan hilangnya nyawa. Jadi, Festival Lembah Baliem adalah suatu acara yang diadakan untuk menggantikan perang antar suku itu.

Seperti yang bisa ditebak, acara utama adalah perang-perangan an- tar suku. Bayangkan lebih dari 20 suku berbeda dengan masing-ma- sing 30 hingga 50 orang mengena- kan pakaian tradisional, membawa tombak, busur, panah dan parang! Ada juga pertunjukan dan sejumlah atraksi lain, seperti permainan tradisional setempat, tarian, serta masakan lokal.

 

  1. Festival Krakatau

Waktu penyelenggaraan: Agustus

Festival Krakatau adalah festival tahunan yang diselenggarakan di Lampung, diadakan untuk merayakan pulau vulkanik bernama sama, Krakatau. Gunung Krakatau meletus dahsyat pada 27 Agustus 1883 yang menenggelamkannya ke dasar laut. Namun beberapa tahun kemudian muncul pulau-pulau kecil baru, yang diberi nama Anak Krakatau.

Selama   festival,    pengunjung dapat menikmati berbagai macam pertunjukkan seperti Karnaval Tuping (Karnaval Topeng Lampung), atraksi gajah serta berbagai macam tarian dari Lampung dan kota sekitarnya. Akhir dari rangkaian acara ini adalah kunjungan ke pulau vulkanik itu yang masih aktif tetapi sedang tidur lelap.
 

Share This:

You may also like...