Inflasi Ramadan 2019 Tembus 0,68 Persen

Ilustras-Foto: Aliena.id

JAKARTA—–Badan Pusat Statistik Nasional mengungkapkan inflasi Mei 2019 mencapai 0,68 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 137,40. Angka ini lebih tinggi dibandingkan ekspektasi Bank Indonesia yang memperkirakan laju inflasi hanya sebesar 0,51%.

Prediksi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan inflasi sepanjang Mei 2019 turun dibandingkan April 2019 juga meleset. 

Meskipun demikian kata Kepala BPS Suhariyanto inflasi sebesar 0,68% ini cukup terkendali. Meskipun demikian catatan BPS lebih besar dibandingkan Ramadan 2018 sebesar 0,21 persen, Ramadan sebesar 0,39 persen dan Ramadan 2016 yang sebesar 0,66 persen.

“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 2,02 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,56 persen,” tutur Suhariyanto.

Kelompok pengeluaran lainnya yang memberikan konstribusi adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,06 persen; kelompok sandang sebesar 0,45 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,18 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,03 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,54 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Mei) 2019 sebesar 1,48 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2019 terhadap Mei 2018) sebesar 3,32 persen.

BPS memperinci dari 82 kota IHK, 81 kota mengalami inflasi dan 1 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 2,91 persen dengan IHK sebesar 159,00 dan terendah terjadi di Kediri sebesar 0,05 persen dengan IHK sebesar 130,10. Sementara deflasi terjadi di Merauke sebesar 0,49 persen dengan IHK sebesar 139,44.

Share This:

You may also like...