Inflasi Agustus 2019 Capai 0,12 Persen

Kepala BPS-Suhariyanto-Foto: RRI.

JAKARTA—–Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi yang terjadi pada Agustus 2019 sebesar 0,12 persen  dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138, 75. Pencapaian tidak jauh beda dengan prediksi Bank Indoensia yang menyebut besaran angka inflasi Agustus 0,15 persen.

Dari 82 kota IHK, 44 kota mengalami inflasi dan 38 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kudus sebesar 0,82 persen dengan IHK sebesar 144,56, dan terendah terjadi di Tasikmalaya, Madiun dan Pare-Pare masing-masing sebesar 0,04 persen dengan IHK masing-masing sebesar 134,58, 134,52, dan 132,02.

Sementara deflasi tertinggi terjadi di Bau-Bau sebesar 2,10 persen dengan IHK sebesar 136,38 dan terendah terjadi di Tegal dan Palopo masing-masing sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing sebesar 134,22 dan 136,35.

Dengan angka 0,12 persen itu, tingkat inflasi tahun kalender (Januari hingga Agustus 2019) adalah 2,48 persen. Sedangkan, tingkat inflasi tahun kalender atau year on year (yoy) mencapai 3,49 persen.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, memperhatikan angka tahunan tersebut, tingkat inflasi masih terkendali karena nilainya berada di bawah target pemerintah, yakni 3,5 persen.

“Kita berharap, inflasi di bulan berikutnya hingga Desember tetap terkendali,” ujarnya dalam Jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (2/9/19).

Suhariyanto mencatat, ada beberapa faktor yang menyebabkan inflasi pada Agustus ini. Di antaranya, kenaikan cabai merah memberikan andil 0,1 persen terhadap inflasi.

“Penurunan supplai cabai merah di beberapa sentra produksi akibat kemarau panjang menjadi penyebab utamanya,” jelas dia.

Suhariyanto menungkapkan, kondisi inflasi pada Agustus ini jauh lebih rendah dibanding dengan Juli yang mencapai 0,31 persen.

Share This:

You may also like...