Indikator BPS Permalukan Pemerintahan

APAKAH Indonesia masuk kelompok negara miskin atau kelompok negara berkembang? Kalau bukan negara miskin, mengapa Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan indikator extreme poverty dalam mengukur tingkat kemiskinan di Indonesia? Kok patokannya US$1,9 purchasing power parity (PPP)?

Itu indikator mengukur kemiskinan untuk kelompok negara paling miskin. Padahal Indonesia negara anggota G20, dengan PDB terbesar di dunia. Indonesia dalam organisasi ini duduk setara dengan negara-negara kaya seperti Amerika Serikat dan beberapa negara kaya Eropa. Tapi mengapa BPS menggunakan indikator negara paling miskin dalam mengukur tingkat kemiskinan?

Sesam negara anggota G20, indokator mereka lebih tinggi. India dan Brazil menggunakan indikator kemiskinan US$3,20 PPP. Afrika Selatan menggunakan indikator US5,50 PPP. Malaysia yang bukan anggota G20 menggunakan indikator US$5,50 dolar PPP; Amerika menggunakan indikator US$21,7 PPP.

Kenapa kita tak berani jujur? Apa untungnya menipu diri? Menyelamatkan muka—menyelamatkan muka dari siapa? Kenapa BPS ‘memproduksi’ angka penyumbang kredit poin bagi rezim yang doing nothing selama 4 tahun berkuasa?

 

Ikhsan Abdullah

Cilegon, Banten

Share This:

You may also like...