Indef Ingatkan Pembentukan Kementerian Investasi Belum Tentu Efektif

Diskusi Indef “RAPBN 2020 Solusi atas Perlambatan Ekonomi?”, di kantor pusat Indef, Jakarta, Senin (19/8/19)-Foto: Irvan Sjafari

JAKARTA-—Wacana Pemerintahan baru untuk mendirikan Kementerian Investasi belum tentu efektif, selama tidak didukung strategi penjajakan dan regulasi yang ideal untuk menaring investor.

Bahkan kehadiran Kementerian Investasi berpotensi  menjadi anomali atas kehadiran Kementerian Keuangan. Ketika Kementerian Investasi  melakukan kebijakan deregulasi dan insentif fiskal menarik investor justru mempengaruhi porsi penerimaan Kementerian Keuangan.

Demikian dikatakan Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto dalam diskusi diskusi  “RAPBN 2020 Solusi atas Perlambatan Ekonomi?”, di kantor pusat Indef, Jakarta, Senin (19/8/19).

Menurut Eko sebetulnya Indonesia sebagai negara berkembang khususnya di Asia masih memiliki peluang investasi yang besar.

“FDI [foreign direct investment] kita masih naik. Cuma memang FDI global menurun,” ujar Eko.

Masalah investasi tidak berkaitan dengan konteks kelembagaan dalam birokrasi. Menurut Eko, ide ini mencuat akibat tidak ada sinkronisasi antara dinas penanaman modal di daerah.   Sejak UU Otonomi Daerah Dinas Penanaman Modal tidak bertanggung jawab ke BKPM tapi ke kepala daerah.

Penerapan Online Single Submission (OSS) terkendala di daerah ketimbang di pusat. Sehingga perlu ada wacana terkait kewenangan otoritas lintas daerah mengurus investasi.

“Maka problem investasi itu berkaitan dengan koordinasi pusat dan daerah dalam menyambut investasi,” ungkap Eko.

Investasi kita secara natural investasi tumbuh  15%. Tetapi India bisa 30-40 persen, Vietnam  bisa lebih 70 persen. Kencang sekali investasi lebih kencang. 

“Kalau saya melihat masalahnya  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kemenkeu tidak sinkron. Karena insentif BKPM tidak sejalan dengan Menkeu yang penerimaan menambah, tidak bisa dipotong,” tutup Eko (van).

Share This:

You may also like...