Ina Kusniati Ingin Buktikan Kue Jadul Tidak Kalah dengan Kue Kekinian

Ina Kusniati-Foto: Dokumentasi Pribadi.

JAKARTA—-Khawatir anak-anak milenial tidak lagi mengenal kue awuk, putri mandi, kue lumpur surga, kue yang populer pada puluhan tahun lalu, Ina Kusniati bertekad melestarikannya sambil mencoba peruntungan menjadi wirausaha.  

Sekalipun niatnya menjadi wirausaha berawal dari iseng dan sekadar menambah dapur rumah tangganya. Ibu dari tiga anak itu terjun ke bisnis setelah ikut program Jakpreneur di kantor Kecamatan Pasarminggu, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

“Saya memilih usaha kue jadul ,karena ingin memperkenalkan  dan mengembangkan kemasyarakat dan ingin membuktikan  kue”jadul tidak kalah enaknya dengan kue kekinian atau zaman now,” ucap Ina kepada Peluang, Kamis (30/7/20).

Resepnya didapat dari almarhum uwaknya.  Dengan modal awal Rp100 ribu rupiah dan resep yang didapat dari almarhum uwaknya, maka Ina mulai memproduksi beragam kue jadul. Ina memamasarkan secara daring menggunakan media sosial, di antaranya Facebook, Instagram hingga marketplace.

Dengan harga per item rata-rata Rp2.500 dan khusus bolu jadul Rp60-80 ribu, Ina meraup omzet Rp100-150 ribu per hari bahkan bisa menyentuh Rp300 ribu. 

Aneka kue jaudl produksiIna Kusniati-Foto: Dokumentasi Pribadi.

Dia mengaku pandemi Covid-19 berdampak pada usahanya, namuntetap bertekad meneruskan usahanya sekaligus pelestarian kue jadul.

Sebagai catatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meluncurkan program Jakpreneur sebagai pengganti One Kecamatan One Center Enterpreneurship (OK OCE) pada Februari 2020 lalu. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta menargetkan pelatihan bagi 43.000 warga Jakarta menjadi Jakpreneur atau wirausaha binaan pada 2020 (Irvan Sjafari).

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *