IKM Tulang Punggung Perekonomian

DEWASA ini, jumlah Industri Kecil Menengah (IKM)menurut data BPSmencapai 4,4 juta unit usaha.Tenaga kerja yang diserapnya tahun lalu10,1 juta orang. Tak berlebihan jika IKM disebut sebagai tulang punggung perekonomian, khususnya di negara berkembang.“Dengan kinerja tersebut, IKM berperan mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial, dan berkontribusi pada pengembangan sektor swasta yang dinamis,” ujarDirjen IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Kemenperin memprogram penciptaan 20 ribu wirausaha baru. Juga melakukan penguatan kelembagaan melalui pengembangan sentra IKM dan peningkatan kemampuan Unit Pelayanan Teknis (UPT). Ini penting agar IKM berkontribusi 4,27 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Seperti disebut Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, IKM merupakan sub-sektor industri yang hampir tidak mempunyai entry barrierdi tengah gejolak ekonomi. Industri ini dapat dilakukan nyaris oleh siapapun dan dimanapun. Sebagian IKM kita bahkan telah berhasil menembus pasar luar negeri atau terkait secara integral dengan industri besar.

Memang, sebagian lainnya masih terbelit masalah dasar.Yaitu kekurangan bahan baku, desain yang belum berkembang, mesin dan peralatan yang belum up to date, dan kesulitan dalam mengakses sumber permodalan. Karenanya, pemerintah mengapresiasi mereka yang berprestasi dalam pembinaan dan pengembangan industri di sektor IKM.

Penerima penghargaan di bidang industri tahun 2017  berupa Penghargaan Upakarti sebanyak 16 orang atau perusahaan yang terdiri dari 5 penerima Jasa Pengabdian, 5 penerima Jasa Kepeloporan, dan 6 penerima Jasa Kepedulian. Penganugerahan ini dilakukan setiap dua tahun sekali. Selain itu, juga tengah dioptimalkan produksi industri nasional lewat implementasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN),, dengan mengutamakan pembelian industri atau produk IKM.●

Share This:

You may also like...