Ikan Melimpah di Jatiluhur, Titin Inovasi Kerupuk Ikan Kulit

Titin Martini dan produknya-Foto: Dokumentasi Pribadi.

PURWAKARTA—-Suatu hari pada 2013 Titin Martini  melihat seorang anak meminta uang jajan kepada orang tuanya.  Permintaan itu ditampik, karena kondisi ekonomi mereka dalam kondisi memprihatinkan.

Dari rasa empati, warga Kampung Mekarsari Ubrug Kecamatan Desa , Kecamatan Jatilihur, Kabupaten Purwakarta in ini tergerak untuk membuka lapangan kerja bagi orang lain. Ibu dari dua anak ini memutuskan memproduksi camilan kerupuk kulit ikan dan basreng dalam kemasan.

Lazimnya seorang pengusaha, Titin menghadapi kendala kesulitan memasarkan. Namun seiring waktu ia mampu mengembangkan usahanya dan menyerap tenaga kerja di kampungnya.

Titin kemudian mengikuti pelatihan ke Balai Latihan Kerja (BLK) mengenai prosesing pertanian. Pelatihan itu diikuti 20 orang selama satu bulan. Selama pelatihan dia mendapat ilmu memanfaatkan melimpahnya penghasilan alam.

“Saya kira ikan cukup melimpah di Jatiluhur, maka dari itu usaha yang saya produksi berbahan dasar ikan,” ungkap Titin.

Sesuai dengan nama sapaannya, brand produk ini diberi nama Basreng Ceu Titin makin berkembang. Kini dalam sebulan rata-rata Titin mampu membuat lima ribu pieces basreng dan kerupuk ikan kulit. Basreng dibandroll dengan harga Rp15.000 per pieces-nya dan kerupuk ikan dibandroll Rp20.000 per pieces.

“Alhamdulillah Basreng Ceu Titin sudah mulai banyak penggemarnya,” ujar Titin kepada Peluang, Selasa (4/12/19).

Selain memanfaatkan berbagai event seperti Jatiluhur Jazz Festival, awal Desember lalu, Titin mampu memasarkan produknya ke Jakarta dan  Surabaya , termasuk mengisi 12 gerai Indomart di kawasan rest area di jalan tol.

Basreng Ceu Titin juga Kita mengisi toko koperasi Rumah sakit Siloam, Koperasi Honda hingga Mart 212.

“Saat ini saya sedang memproses untuk dikirim ke luar negeri. Negara pertama yang dijajaki adalah Korea Selatan,” kata Titin.

Produk Ceu Titin di sbeuah minimarket-Foto: Dokumentasi Pribadi.

Selain menjajaki pasar luar negeri Titin berencana membuat rumah produksi tentunya supaya bisa lebih berkembang (Irvan Sjafari).

Share This:

You may also like...