Identitas Investasi Odong-odong

Setidaknya 406 perusahaan diduga OJK terlibat investasi kibul-kibul. Mereka tawaran keuntungan yang musykil—bunga 5% per bulan atau 60% per tahun. Berikut ciri-ciri ‘badan usaha’ pengeruk dana masyarakat yang gampang tergiur iming-iming:

odong-odong

  1. Menjanjikan manfaat pasti keuntungan besar (imbal hasil yang di luar batas kewajaran dalam waktu singkat).
  2. Testimoninya luar biasa meyakinkan. Jual kecap ala “tukang bubur naik haji” atawa “mantan office boy punya Mercedes”.
  3. Penawaran tidak melalui melalui lembaga penyiaran, baik teve maupun radio, tetapi melalui internet/online; tidak jelas domisili usaha dan tidak dapat berinteraksi secara fisik.
  4. Penekanan utama pada perekrutan (bersifat berantai, member get member). Bila ada barang, kualitas barang tidak sebanding dengan harganya.
  5. Tidak dijelaskan bagaimana cara mengelola investasinya.
  6. Tidak dijelaskan underlying usaha yang memenuhi asas kewajaran dan kepatutan di sektor investasi keuangan. Bonus dibayar hanya bila ada perekrutan.
  7. Tidak jelasnya struktur kepengurusan, struktur kepemilikan, struktur kegiatan usaha dan alamat domisili usaha.
  8. Tidak memiliki izin usaha, atau memiliki izin usaha tetapi tidak sesuai dengan kegiatan usaha yang dilakukan. Daftar perusahaan anggota APLI bisa dilihat di www.apli.or.id.
  9. Tidak terdaftar pada OJK. OJK adalah lembaga yang independen yang bertugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan, dan menggantikan peran BI dalam pengaturan dan pengawasan bank, serta untuk melindungi konsumen industri jasa keuangan.
  10. Tidak dalam perlindungan LPS. LPS berfungsi menjamin simpanan nasabah bank dan turut aktif dalam menjaga stabilitas sistem perbankan sesuai kewenangannya. Jadi, kalau bukan perbankan, artinya (dana anda) tidak akan dijamin LPS.
  11. Dana masyarakat dikelola atau diinvestasikan pada proyek di luar negeri.
  12. Menggunakan public figure, pejabat, tokoh agama, artis.
  13. Mengaitkan antara investasi dan charity atau ibadah.
  14. Pendekatannya memanfaatkan orang terdekat atau kerabat yang kita kenal. Dipicu rasa nggak tega, kita pun terdorong untuk ‘ingin membantu’.
  15. Memberi kesan seolah-olah bebas risiko.
  16. Ada ‘pemaksaan’ terselubung. Mereka akan sering menghubungi Anda, bahkan setengah memaksa. Persuasinya, agar kita tidak kehilangan momen, atau potensi keberuntungan itu diserahkannya kepada orang lain.
  17. Memberi kesan seolah-olah dijamin atau berafiliasi dengan perusahaan besar/multinasional.
  18. Kegiatannya tipikal mengikuti model money game dan skema Ponzi yang berujung gagal bayar dana masyarakat yang diinvestasikan.●(dd)

Share This: