Ibu Saini Terima Hibah Rumah Siap Huni ke 172 dari Kopsyah BMI

TANGERANG-—Sudah lebih dari sepuluh tahun Ibu Saini tinggal di gubuk yang memprihatinkan.  Bangunan warga Kampung Kebon Cabe, Desa Sasak, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang ini  terbuat dari plastik bekas, baik dinding, pagar, maupun atapnya.  

Sebelumnya  perempuan berusia 80 tahun ini tinggal bersama anaknya, namun akhirnya memilih pisah rumah, karena tidak enak  tinggal bersama anaknya yang kondisi rumahnya juga sempit.

Informasi tentang keadaan Ibu Saini yang sudah masuk kategori kaum dhuafa ini  diperoleh dari staf lapangan Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) dan diteruskan kepada Manager KCP.

Informasi ini  ditindak lanjuti oleh Manajer Bidang dan Koordinator ZISWAF Kopsyah BMI untuk memverifikasi kelayakan penerima Hibah Rumah Siap Huni.  Alhamdulilah setelah disetujui rumah untuk Ibu Saini pun dibangun.

Sebetulnya  Ibu Saini tinggal berdua saja dengan suaminya.  Namun saat proses pembangunan rumah baru dua minggu berjalan, ternyata takdir berkata lain suami Ibu Saini meninggal dunia. Kini Ibu Saini tinggal sendiri di rumah barunya,  kadang ditemani oleh cucunya.

Ibu Saini memiliki dua orang anak namun sudah berumah tangga dan tidak tinggal bersama ibu Saini lagi. Untuk makan sehari hari Bu Saini diantarkan makanan oleh anaknya yang tinggal berdekatan.

“Alhamdulillah, senang dan adem. Kalau hujan enggak kebocoran, enggak keanginan sudah enak. Terimakasih sama Kopsyah BMI rumahnya beres sudah jadi bagus sekali,”  ujar Ibu Saini kepada Peluang,  Senin (12/8/19) dengan nada lirih.

Biaya pembangunan rumah Ibu Saini mencapai Rp46 Juta.  Biaya ini diperoleh dari Ketua KOSPIN JASA Rp10 juta, dari Alumni Universitas Muhammadiyah Tangerang Tahun 2012 Rp2,5 juta, dari Komunitas Pemuda Sasak Rp2,5 juta, dari Infaq Karyawan Kopsyah BMI Rp9,9 juta dan dari Kopsyah BMI sendiri yaitu Rp. 21,1 juta (van).

Share This: