Ibu Junariyah Terima Hibah RSH ke 226 dari Kopsyah BMI

TANGERANG—Ibu Junariyah (57), seorang janda hanya tinggal berdua bersama anaknya Juned (40), seorang duda di Kampung Muncung. Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten dalam kondisi ekonomi memprihatinkan. Juned mendapatkan penghasilan tidak menentu dari pekerjaan serabutan yang dijalaninya.

Untuk kebutuhan pokok sehari-harinya, ibu dan anak ini kerap mendapatkan pemberian dari tetangga atau para dermawan.

Kondisi rumah Ibu Junariyah  jauh dari kata layak. Dinding rumah terbuat dari bilik yang sudah rapuh, tiang-tiang penopang rumah sudah lapuk.  Sementara lantai rumah itu hanya beralaskan tanah, atapnya berlubang parah, tidak jarang gentingnya pun jatuh berhamburan.

Keduanya menghuni rumah ini dengan penuh kekhawatiran manakala ada hujan atau angin kencang melanda, takut rumah yang ditempatinya tersebut ambruk dan menimpa mereka.

Informasi tentang kondisi kediaman Ibu Junariyah didapat dari Grup WA seorang anggota KCP Mekar baru. Menindaklanjuti laporan itu MKCP, Manbid dan staf desa bernama Komarun mendatangi rumah tersebut.

Mereka memastikan bahwa rumah yang dimaksud sangat layak untuk dibantu dengan segera melalui program Rumah Siap Huni yang ada di Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI).

Hasilnya rumah itu kemudian dibangun dan menjadi layak huni.  Total biaya pembangunan Rp50 juta, terdiri dari infak keluarga sebesar Rp300 ribu dan sisanya ditanggung Kopsyah BMI Rp49.700.000.

“Alhamdullilah, kami berterima kasih pada Allah SWT atas bantuannya mellaui Kopsyah BMI. Kami berdoa agar Kopsyah BMI semakin jaya dan bertambahlah keberkahan bagi karyawannya,” ucap Junariyah.

Presiden Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara menyerahkan Hibah Rumah Siap Huni ke 226 ini kepada Junariyah, Rabu (20/11) pukul 13.00. “Mudah-mudahan menjadi berkah,” ujar dia (van).

Share This:

You may also like...