Hipmi Siap Dongkrak Jumlah Pengusaha Baru di Indonesia

Ilustrasi-Foto: Istimewa

JAKARTA—-Calon ketua umum badan pengurus pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Mardani H Maming menyatakan, jika terpilih menjadi ketum BPP HIPMI akan berusaha keras meningkatkan jumlah pengusaha Indonesia dan melahirkan konglomerat baru dari HIPMI.

“Pengusaha di Indonesia setiap tahun memang mengalami peningkatan, tapi banyak juga yang tidak bisa bertahan di dalam dunia usaha. Para pengusaha muda yang baru memulai usaha harus dirangkul dan dibimbing agar bisa bertahan dan tidak mudah menyerah,” ucap Mardani dalam acara Sambung Rasa BPD Hipmi Jawa Timur,  Surabaya, Kamis (27/6) .

Salah satu indikator kekuatan ekonomi suatu negara bisa dilihat dari rasio jumlah pengusaha dalam populasi negara tersebut.  Rata-rata negara maju yang memiliki ekonomi stabil, memiliki rasio 14% atau dari jumlah penduduk di negara tersebut 14%-nya adalah pengusaha.

“Sementara kita tahu, posisi Indonesia dalam hal rasio jumlah pengusaha ini haruslah diakui masih rendah, meskipun ada tren kenaikan dari tahun ke tahun,”  jelas Mardani.

Berdasarkan data BPS, jumlah wirausaha UKM di Indonesia naik dari 1,56% pada 2014, menjadi 3,1% dari jumlah penduduk pada akhir  2016.  Sementara pihak Kemenkop dan UKM optimis akhir 2019, target 5% rasio jumlah pengusaha ini akan mampu dicapai.

Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan menekankan bahwa Indonesia harus mampu menembus 14% rasio jumlah pengusaha dan berharap semua pihak bisa berkolaborasi agar jumlah ideal pengusaha ini bisa tercapai.

Mardani bertekad menjadikan Hipmi mampu mengambil peran secara aktif untuk mendorong jumlah pengusaha di tanah air bisa terkerek naik.

“Hipmi bukan hanya sekadar wadah bagi pengusaha di Indonesia. Hipmi  bertugas  mempersiapkan  gerenasi yang baru untuk menjadi pengusaha dan terus meningkatkan kualitas pengusaha Indonesia dengan program-program yang kita siapkan. Tekadnya kita mau konglomerat-konglomerat baru bisa lahir kembali dari Hipmi,” kata Mardani.

Dikatakannya, banyak startup Unicorn yang saling bersaing mereka lahir bukan dari HIPMI, sedangkan Anggota HIPMI tidak sedikit juga yang gagal bersaing dalam dunia usaha.

“Salah satunya kita berharap dapat melahirkan konglomerat baru yang artinya HIPMI berhasil memberikan dampak terhadap perekonomian Nasional,”  ucap Mardani.

Mardani juga mengajak calon-calon pengusaha untuk melirik sektor industri ekonomi Kreatif. Ia menyebut ekonomi kreatif kini mampu menjadi industri penting untuk menopang perekonomian bangsa perlu diberikan insentif.

”Sektor ekonomi kreatif ini sangat penting. Pemerintah harus serius memberikan insentif dan akses permodalan kepada para pelaku ekonomi kreatif yang tidak bankable. Dalam hal ini pemerintah harus hadir di sektor yang sangat strategis ini,” pungkas.

Share This:

You may also like...